Industri Komitmen Serap Lulusan Kampus Vokasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Industri juga harus menyatakan komitmen yang kuat untuk menyerap lulusan kampus-kampus vokasi Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/7 2020) malam menjelaskan kurikulum pendidikan vokasi harus disusun bersama dengan industri dalam program pernikahan massal.

“Program wajib pertama di dalam pernikahan massal atau link and match adalah kurikulum yang disusun bersama dan disetujui oleh industri. Tidak hanya disusun bersama, tetapi harus sampai pada tahap disetujui oleh pihak industri dan calon pengguna lulusan. Ini adalah syarat utama dalam konsep “pernikahan massal” yang saat ini digalakkan,” ujar Wikan .

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto didampingi langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Beny Bandanadjaja, melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta, Politeknik Negeri Jakarta, Program Vokasi Universitas Indonesia.

Wikan menjelaskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri yaitu kompetensi teknis dan nonteknis yang seimbang. “Tidak boleh hanya satu diantaranya yang dikuatkan, maka harus diikuti dengan menghadirkan dosen tamu praktisi dan ahli dari industri, serta merancang program magang sejak awal pada penyusunan kurikulum. Tidak bisa, tanpa kurikulum disetujui oleh industri, lalu tiba-tiba mahasiswa datang ke industry untuk meminta diterima magang,” jelas dia.

BERITA REKOMENDASI