Ini Bacaan Doa Qunut Subuh, Qunut Nazilah, dan Qunut Witir

Editor: Agus Sigit

Berdoa merupakan salah satu cara berkomunikasi yang sakral dengan Sang Pencipta. Selain itu, kebiasaan berdoa juga akan membuatmu merasa lebih tenteram dan nyaman sebab kamu jadi lebih pandai bersyukur serta mempunyai tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Ibadah salat adalah salah satu momen yang tepat untuk memanjatkan doa pribadi. Namun, sebenarnya masih ada berbagai doa dalam salat yang patut kamu ketahui, yaitu doa qunut subuh, qunut nazilah, dan doa qunut witir.
Apakah kamu familiar dengan bacaan doa qunut dan maknanya?
Kalau belum, sebaiknya kamu menyimak ulasan informasi berikut ini agar wawasanmu tentang agama Islam semakin bertambah:
Apa Itu Doa Qunut?

Sumber: npr.org
Berdasarkan informasi yang dilansir dari website Nahdlatul Ulama Indonesia, qunut berasal dari bahasa Arab yang artinya tunduk; merendahkan diri kepada Allah; mengheningkan Cipta; berdiri salat. Selanjutnya, kata qunut kemudian digunakan untuk menyebut doa tertentu yang dilakukan saat salat. Beberapa hadits meriwayatkan tentang kebiasaan Rasulullah SAW melakukan qunut dalam berbagai keadaan dan cara, terutama qunut 5 waktu saat terjadi musibah (nazilah) berupa penindasan terhadap kaum muslim. Latar belakang tersebut menjadi salah satu inspirasi bagi umat Islam untuk melantunkan bacaan doa qunut ketika salat. Jika belum fasih berbahasa Arab, kamu bisa melantunkan doa qunut Latin sambil berusaha meresapi artinya.
Ada beberapa manfaat yang dapat kamu peroleh bila melakukan doa qunut secara teratur, yaitu:
● Sebagai bentuk perlindungan untuk diri sendiri.
● Wujud syukur terhadap karunia Allah SWT.
● Dijauhkan dari berbagai penyakit, musibah, dan bahaya.
● Mendapatkan petunjuk saat berada dalam kebimbangan.
Mengenal 3 Jenis Doa Qunut
1. Qunut Subuh
Qunut subuh termasuk salah satu doa yang paling umum dan sering dibacakan umat Islam ketika salat. Doa ini patut dibaca pada rakaat kedua atau akhir salat subuh. Imam Al-Nawawi menuturkan dalam kitab Al-Adzkar bahwa doa qunut subuh disunnahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas karena Rasulullah SAW selalu melakukannya hingga meninggal dunia. Bacaan doa qunut dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya adalah sebagai berikut:
Bahasa Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bahasa Latin:
Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Arti:
Ya Allah berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berikanlah kesehatan dan pimpinlah aku seperti orang yang telah lebih dulu Engkau berikan sama seperti inginku. Dan berkahilah segala sesuatu yang telah Engkau berikan kepadaku.
Doa qunut subuh sendiri memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan doa qunut untuk imam. Saat memimpin salat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal ihdinȋ (artinya berilah aku petunjuk) menjadi ihdinȃ (artinya berilah kami petunjuk).
2. Qunut Nazilah
Doa qunut yang satu ini biasanya dibacakan ketika umat Islam sedang menghadapi berbagai permasalahan atau musibah, misalnya masalah yang berkaitan dengan keamanan, pertanian, bencana alam, perang saudara, konflik kemanusiaan, dan lainnya. Qunut nazilah dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir setiap salat wajib 5 waktu dengan rincian sebagai berikut:
Bahasa Arab:
اَللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bahasa Latin:
Allahummahdiini fiiman hadait. Wa’aafini fiiman ‘afait. Watawallanii fiiman tawallait. Wabaarik lii fiima a’thait. Waqinii syarrama qadlait. Fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik. Wainnahu laa yadzillu man waalait. Tabaarakta rabbana wata’aalait. Wastaghfiruka wa atuubu ilaik.
Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’a wal balaa’a wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa’ida wal mihana maadhahara minhaa wa maabaathana min balaadinaa haadhaaa khaassatan wa min buldaanil muslimiina aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi washahbihi wa shallam.
Arti:
Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi. Aku mohon ampun kepada Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.”
Ya Allah Tuhan kami. Hindarkanlah kami dari malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami khususnya, dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Semoga Allah mencurahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
3. Qunut Witir

Sumber: mem.org
Satu doa qunut lagi yang penting bagi umat Islam adalah doa qunut witir. Doa ini biasanya dibacakan pada separuh kedua bulan Ramadan, tepatnya saat rakaat ketiga sebelum rukuk pada setiap salat sunah. Membaca doa qunut witir di bulan Ramadan membuatmu mendapatkan pahala berlipat ganda. Jadi, jangan ragu melantunkan qunut witir berikut ini saat bulan Ramadan:
Bahasa Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bahasa Latin:
Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam
Arti:
Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.

Setelah menyimak ulasan tentang tiga doa qunut ini, niscaya kamu terinspirasi untuk melakukan ibadah salah lima waktu secara konsisten, terutama pada bulan Ramadan. Niat baikmu untuk beribadah secara disiplin pasti mendapatkan berkah kelancaran dari Allah SWT. Dengan berusaha dan berdoa, semoga Allah SWT memberkahi semua usaha kamu, baik itu dalam karir, keuangan, hubungan sosial, dan lainnya.

BERITA REKOMENDASI