Inovasi dalam Industri Makanan Tingkatkan Penjualan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Para pelaku dunia industri makanan masih menggunakan cara-cara lama dalam memasarkan produknya. Tanpa disadari cara tersebut sudah tidak lagi tepat untuk diterapkan pada era yang serba modern seperti saat ini. Inovasi harus dilakukan agar industri ini tetap bertahan walau di tengah kemajuan zaman.

Ada empat terobosan yang bisa dilakukan oleh para pelaku industri makanan agar agar produknya tetap laku di pasaran. Empat terobosan tersebut diantaranya inovasi dalam produk, mangubah cara pemasaran, pengemasan dan kemasan.

"Pao (bakpao) misalnya, umumnya berisi daging maupun kacang hijau. Dalam berinovasi bisa isiannya diganti dengan sesuatu yang berbeda. Kita bisa mengembangkannya, dengan tidak menghilangkan citarasa aslinya," ungkap Sales Manager Sriboga, Panca Indriawan Kristiawan dalan 'Bakery Innovation and Digital Smartpreneur' yang digelar di Hotel Grand Dafam Lohan, Kamis (05/11/2019).

Dalam hal pemasaran, menurut Panca Indriawan Kristiawan cara titip ke toko maupun warung sudah tidak tepat untuk dilakukan. Pemasaran melalui media internet menjadi keharusan, disamping jangkauan lebih luas kecenderungan masyarakat saat ini yang lebih akrab dengan gadget.

"Bisa manfaatkan Google dengan melakukan pemasaran melalui internet, karena memang saat ini arahnya ke sana. Jika tetap bertahan dengan cara titip jual, hal itu sudah lama ditinggalkan dan tidak akan bertahan," sambungnya.

Untuk pengemasan, para pelaku industri makanan sudah harus memikirkan untuk mengemas produknya dalam bentuk beku. Dengan memanfaatkan pengemasan beku maka usia produk yang dipasarkan akan kebih lama dan praktis serta dapat menjangkau daerah pemasaran lebih luas lagi karena awet.

Kemasan produk juga harus dibuat semenarik mungkin. Biasanya pandangan pertama seorang pembeli terhadap suatu produk terletak pada kemasan yang unik lagi menarik, sehingga membuat orang lain akan tertarik membeli produk yang dipasarkan.

Manager UKM Sriboga, Irfan Wahyudi menambahkan dalam menggerakan bisnisnya seorang pelaku usaha harus berkomunitas atau bergabung dalam sebuah koperasi. Dalam komunitas tersebut dapat dijadikan ajang bertukar pikiran atau berbagi informasi untuk memajukan usahanya. (*)

BERITA REKOMENDASI