Insinyur Profesi Paling Dibutuhkan Pemerintah

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti RI, Ali Ghufron Mukti mengatakan, insinyur akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia. Pasalnya, pembangunan infrastruktur telah menjadi kebijakan prioritas dari Presiden RI, Joko Widodo.

Ia mengatakan, hingga tiga tahun ke depan, dibutuhkan tak kurang dari 142.000 insinyur. "Tahun 2017 butuh 12.000 insinyur, tahun 2018 butuh 34.000 insinyur dan tahun 2019 sekitar 96.000 insinyur," ucap Ghufron, Selasa (20/12/2016).

Ia menyatakan, dengan kondisi seperti itu, perguruan tinggi akan didorong untuk membuka program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan. Menurut dia, saat ini, lulusan dari ilmu sosial jauh lebih banyak ketimbang eksakta. "Bukannya ilmu sosial tidak penting, tapi sudah terlalu banyak. Dan itu tak sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional," ujarnya.

Ia menyatakan, lulusan ilmu sosial sudah melebihi batas sekitar 50 persen dari kebutuhan. Sementara, ketersediaan lulusan teknik kekurangan 25 persen. "Eksisting dengan kebutuhan gapnya besar selali. Dengan pembuatan rencana induk perguruan tinggi hingga 2024, mudah-mudahan kekurangan dan kelebihan itu mulai seimbang," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI