Intensifkan Lobi, Minta Tambahan Kuota Haji

JAKARTA (KRjogja.com) – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta agar Pemerintah lebih mengintesifkan lobi dengan pemerintah Arab Saudi untuk meminta tambahan kuota haji. Tambahan kuota sangat dimungkinkan mengingat sejumlah negara muslim tidak akan menggunakan kuotanya dengan maksimal karena kondisi di dalam negeri yang tidak memungkinkan.

 “Kita ketahui sejumlah negara muslim seperti Irak, Syiria, Yaman, dan beberapa lainnya tengah dilanda konflik di dalam negeri, sehingga kemungkinan negara-negara itu tidak mungkin memaksimalkan kuota haji yang didapat. Pemerintah Indonesia dapat melobi agar kuota yang tidak terpakai itu bisa diberikan sebagiannya ke Indonesia,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, , Selasa (23/8).

Penambahan kuota haji, menurut Hidayat, sangat mendesak untuk Indonesia mengingat animo masyarakat yang begitu besar. Hal itu bisa terlihat dari panjang dan lamanya antrian untuk bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

“Di Jakarta saja antriannya sudah sampai 18 tahun. Jadi kalau daftar sekarang baru tahun 2035 nanti bisa berangkat. Di Kalimantan Selatan lebih lama lagi, tahun 2043 baru berangkat. Jadi kondisinya sudah sangat mendesak untuk tambahan kuota,”imbuh Hidayat.

Menurut Hidayat, selain dapat memperpendek antrian, penambahan kuota juga bisa menghindarkan masyarakat dari tergoda bujuk rayu menempuh jalan pintas untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Misalnya, seperti yang terjadi dalam kasus jamaah haji Indonesia yang ditahan karena menggunakan paspor Filipina.

Dalam penilaian Hidayat, para jamaah itu adalah korban bujuk rayu oknum dari negara-negara yang memiliki kuota haji tetapi tidak memaksimalkan kuotanya karena jumlah penduduk muslimnya sedikit.

“Mereka mau menempuh cara itu karena ada jaminan mereka bisa ke tanah suci dengan aman. Kalau mereka tahu bahwa mereka akan berangkat dengan paspor palsu, dengan cara ilegal mereka juga tentu tidak akan mau,” lanjut Hidayat. (Sim)

BERITA REKOMENDASI