Iuran BPJS Kesehatan bisa Dikembalikan, Asalkan..

MAHKAMAH Agung (MA) batalkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. Lalu bisakah uang iuran bulan-bulan sebelumnya dikembalikan?

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, pada prinsipnya pihaknya akan mengikuti setiap keputusan resmi dari pemerintah. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengedepankan hak peserta. “Uangnya tetap menjadi hak pesertanya dong. Bisa jadi saldo untuk iuran selanjutnya,” kata Iqbal.

Namun saat ini, sambung Iqbal, badan penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) belum bisa berkomentar banyak terkait dengan hasil putusan MA tersebut.

Karenanya, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan masih belum menerima putusan MA secara tertulis. Akibatnya, kejelasan uang peserta belum dipastikan kembali atau tidak.

Menurut Iqbal, jika memang putusan MA yang dimaksud berdasarkan tanggal putusan Peraturan Presiden (Perpres), yang dikeluarkan 1 Januari 2020 lalu, uangnya dikembalikan dalam bentuk saldo.

Tapi, jika ternyata aturan tersebut berlaku baru setelah keluarnya putusan MA yang baru akan keluar nanti, maka tidak berlaku surut. Artinya uang tidak dikembalikan dan tarif iuran BPJS kembali ke semula. “Nah, masalahnya sekarang belum jelas, putusannya MA yang mana,” tegasnya

BERITA TERKAIT