Jadi Masalah Lingkungan, Pengelolaan Sampah Harus Dipacu

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pengelolaan sampah di Indonesia perlu dipacu secara cepat dan tepat mengingat volume yang dihasilkan masyarakat di kota-kota besar meningkat pesat setiap harinya sehingga menjadi masalah bagi sektor lingkungan hidup.

 

“Kegiatan pengelolaan sampah untuk kota-kota besar seperti Jakarta sudah dalam kondisi darurat. Apalagi Jakarta tidak memiliki TPA," kata Ketua Indonesia Solid Waste Association (InSWA), Ir. Sri Bebassari, M.Si. di Jakarta, Minggu (23/11/219). Penanganan masalah sampah, menurutnya, berkaitan erat dengan masalah lingkungan hidup.

Jika kondisi lingkungan bersih dan sehat maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Pasalnya, ujar Sri, kalau masyarakat sehat maka anggaran untuk sektor kesehatan juga menjadi berkurang. Seperti diketahui, sektor kesehatan merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar dalam APBN pemerintah.

Menurut wanita yang sudah puluhan tahun bergelut dengan masalah sampah, keberhasilan penanganan masalah sampah juga akan berdampak positif bagi sektor lainnya. Sri juga menyebutkan, efek yang ditimbulkan dari hasil pengelolaan sampah itu bisa dijadikan bahan bakar bagi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSA) dan kompos untuk kegiatan pertanian dan perkebunan.

Sri menilai PLTSA cocok untuk diterapkan di Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber energi. Dalam hal ini ia adalah salah satu tim dalam pembuatan feasibility study penerapan PLTSA. Jika menilik upaya minimalisasi ketergantungan pada minyak bumi, pemerintah melalui PLN mempersiapkan diri mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025.

Dengan kondisi di atas maka saat ini merupakan masa transisi Indonesia menghadirkan green energy  kehidupan masa depan bersama. Selain itu jika EBT yang menggunakan sampah ini digunakan maka sekaligus dapat menyelesaikan persoalan sampah tersebut. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI