Jadikan Tantangan dan Rintangan Untuk Membangun Harapan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuat Program Kampus Mengajar dengan menormalisasikan kebiasaan baru dalam kegiatan belajar mengajar. Sebuah program yang menggebrak Indonesia dengan tatanan yang baru dan fresh.

Setelah cukup dengan situasi Pandemi Covid-19 yang merenggut harapan anak-anak dalam belajar, tibalah saatnya di Program Kampus Mengajar ini para anak-anak Sekolah Dasar (SD) dapat membangun kembali harapan mereka yang sempat tenggelam.

“Jadilah agent of change bagi para adik-adik yang berada di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) dengan membawa harapan baru sekaligus menjadikan Pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik dan matang,” kata Mendikbudristek Nadiem Makarim selaku pelaksana utama program ini, 16 Maret 2021 lalu, saat memberikan pembekalan H-1 kepada para mahasiswa dan seluruh panitia yang berlangsung via Zoom.

Arina Mana Sikana mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengungkapkan, besarnya tanggung jawab sebagai salah satu mahasiswa yang menjadi duta agent of change bersama rekan seperjuangan yang lain dari berbagai universitas dalam kurun waktu tiga bulan.

Menjalankan satu persatu program kerja untuk peserta didik SDN 2 Lodan Wetan di Desa Lengkong, Lodan Wetan, Sarang, Rembang. “Dari meningkatan Literasi dan Numerasi, mengadaptasi teknologi terbaru, dan mengadaptasi beberapa manajerial atau administrasi sekolah,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (29/06/2021).

Menurut Arina, mengedukasi dan menyosialisasikan standar Protokol Kesehatan (Prokes) Pengendalian dan Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid-19, juga menjadi harapan kita untuk bisa membuat normalisasi kebiasaan baru dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Agar masyarakat tetap Patuh dan Taat dalam Menegakan Disiplin dan Menerapkan Prokes.

“Hari demi hari telah dilewati dengan banyak sekali hal yang sudah kita jadikan memori. Pengorbanan, perjuangan, dan pencapaian dari awal pelaksanaan hingga akhir masa pelaksanaan,” ungkapnya.

Arina berharap, semoga Pendidikan di Indonesia menjadi lebih maju dengan adanya program-program sejenisnya dan mahasiswa menjadi lebih peduli dengan lingkungan.

“Walaupun tidak seberapa dengan semua yang saya berikan. Namun, saya tentu berharap apa yang hanya sedikit itu bermanfaat untuk Pendidikan di Indonesia,” imbuhnya. (*)

BERITA REKOMENDASI