Jaminan Sosial Harus Terus Disosialisasikan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktur Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis mengatakan, jaman 'now' bekerja itu tidak ditentukan dari mana tempat belajarnya, melainkan yang penting adalah networking (jaringan kerja), bukan melulu text book tetapi pergaulan yang positif juga penting.

"Jadi, dalam hal ini yang penting adalah mengcombine ilmu yang didapat dengan pergaulan yang positif. Teman-teman yang kutu buku tapi belum tentu unggul di lapangan. Apalagi sekarang ilmu dapat didapat dengan mudah," kata Ilyas saat mengawali kegiatan kuliah umum dengan tema 40 Menit Mengajar (40MM) di Universitas Jayabaya, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Terkait kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menggelar kuliah umum di 49 kampus. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Senin (6/11/2017) di beberapa kampus di Indonesia seperti Universitas Diponegoro – Semarang, Universitas Riau, Universitas Padjajaran – Bandung, Universitas Soedirman – Purwokerto, Universitas Flores – Ende, UKSW Salatiga, Universitas Siliwangi – Tasikmalaya, dan STAN.

Kalau sudah jadi alumni dan menjadi pengusaha, menurut Ilyas, pasti akan merekrut pekerja-pekerja. Untuk merekrut pekerja itu ada aturannya, begitu pun bagi pekerja harus tahu hak-haknya. Dalam hal ini salah satu adalah bidang jaminan sosial. Menyadari hal itu, makanya sosialisasi jaminan sosial itu masuk kampus, bahkan mulai dari anak-anak.

"Hal ini harus disosialisasikan secara berkesinambungan. Ini terus, tidak boleh berhenti," tutur Ilyas. Asuransi sosial yang jadi tanggung jawab negara itu diwajibkan kepertaannya daei yang sudah bongkok, juga yang masih gagah tanpa seleksi.

"Karena itu, penduduk yang bekerja harus ikut. Ini adalah amanah Undang-Undang Dasar 1945. Jadi jaminan sosial prinsipnya nirlaba. Dana digunakan untuk kepentingan peserta. Yang muda u tuk membiayai yanh tua. Begitu sebaliknya yang sehat mengobati yang sakit," jelas Ilyas.

Selain itu, Ilyas dalam kuliah umumnya menguraikan tentang jaminan sosial dan program – program BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP). Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan mahasiswa akan dapat mengaplikasikannya di kehidupannya setelah mereka lulus dan mendapatkan pekerjaan. (Ful)

BERITA REKOMENDASI