Jembatan Udara Kurangi Disparitas Harga di Papua

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen mengurangi disparitas harga di wilayah Papua melalui program Jembatan Udara. Program ini merupakan pelaksanaan angkutan udara kargo dari bandara ke bandara lainnya dan atau dari bandara ke bandara di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, yang melatarbelakangi diselenggarakannya jembatan udara adalah adanya disparitas yang terjadi di bagian Indonesia barat dan timur. Tetapi disparitas yang paling signifikan itu terjadi di daerah pinggiran, ketinggian, batas–batas negara yang hanya dapat dijangkau dengan pesawat udara.

"Untuk mengurangi disparitas itu, tahun ini Kementerian Perhubungan menginisiasi jembatan udara. Untuk Pilot Project kita lakukan dari Timika, Dekai, dan Wamena,” jelas Menhub, di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menhub menambahkan, keberadaan jembatan udara diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di daerah. Sehingga tidak hanya membawa barang menuju daerah yang jauh tetapi juga mengangkut kembali barang yang dihasilkan daerah tersebut ke daerah lain di pelosok Indonesia. Jembatan udara ini nantinya terintegritas dengan beberapa lokasi pelabuhan yang akan terkoneksi dengan program tol laut yang juga sedang dijalankan Pemerintah.

Selain jembatan udara tadi berkaitan dengan tol laut, lanjut Menhub, pihaknya juga menginginkan produktifitas angkutan balik dari Indonesia bagian timur ke Indonesia bagian barat menjadi lebih baik. "Adanya jembatan udara dari Kementerian Perhubungan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membawa barang dari Indonesia bagian timur ke arah Indonesia bagian barat.” ujarnya.

Program jembatan udara terdiri dari angkutan udara perintis kargo yang melayani penerbangan dari kabupaten ke wilayah distrik atau cakupan dengan menggunakan pesawat yang disesuaikan kapasitas maksimumnya. Jembatan udara dapat dioperasikan di bandara asal maupun tujuan dan subsidi angkutan udara khusus kargo yang melayani penerbangan dari ibukota kabupaten ke ibukota kabupaten lainnya dengan menggunakan pesawat berbadan besar sekelas Boeing 737 freighter.

Tahun ini, Kemenhub akan menjadikan 3 bandara sebagai hub jembatan udara yakni Timika, Wamena dan Dekai. Terdapat 12 rute angkutan udara perintis kargo tahun ini yang diharapkan dapat mendukung penurunan harga komoditas seperti sembako di daerah pedalaman. (Imd)

 

 

BERITA REKOMENDASI