Jika Menolak Fasilitas Isoman di Hotel, DPR Harus Terbuka

JAKARTA, KRJOGJA.com – Keberadaan fasilitas isolasi mandiri atau isoman berupa hotel bagi anggota DPR serta stafnya yang terpapar Covid-19 menjadi sorotan publik. Hal ini terus menuai polemik.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memang mendengar ada sejumlah fraksi yang menolak fasilitas isoman di hotel bagi anggota DPR yang terpapar Covid-19, namun harus dibarengi dengan kebijakan resmi.

“Harus ada kemudian surat, yang kemudian mengatakan surat sebelumnya dibatalkan,” kata Lucius dalam diskusi yang diunggah melalui YouTube, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, perlu ada komitmen nyata, daripada sekedar hanya ucapan lisan dari segelintir anggota DPR yang menolak.

“Karena kalau tidak, kita berhadapan dengan politisi yang setiap hari bisa berubah pendiriannya sesuai situasi dan kondisi,” ungkap Lucius.

Sementara, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, bila mayoritas fraksi menolak maka kebijakan adanya tempat isoman di hotel tersebut tidak akan berjalan.

“Saya pikir tidak akan berjalan karena sudah menyatakan fraksi sudah menyatakan menolak,” ujar dia.(*)

BERITA REKOMENDASI