JK Minta Kemenag Buat Daftar Tunggu Haji Nasional

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar antrean haji tiap tahun disusun dalam daftar tunggu nasional. Sebab, ada perbedaan panjangnya antrean di tiap daerah.

"Ini nanti perlu dibicarakan bersama menteri agama supaya ada daftar tunggu nasional. Jangan daftar tunggu kabupaten karena ada yang daerahnya [antrean] kurang 15 tahun, ada juga yang 40 tahun," ujar JK.

JK mencontohkan banyak orang asal daerahnya, Makassar, Sulawesi Selatan, yang membuat KTP dengan domisili DI Yogyakarta untuk mempercepat antrean naik haji. Sebab, menurutnya, jumlah warga Makassar yang ingin naik haji lebih banyak ketimbang warga Yogyakarta.

"Mendaftar di Yogya menunggu 15 tahun. Kalau dibanding di Pare-Pare atau Sengkang [Sulsel] bisa sampai 30 tahun," katanya.

Banyaknya antrean haji di sejumlah daerah, kata JK, juga menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Ia mengatakan, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Riau termasuk wilayah yang antrean hajinya cukup banyak. Untuk itu, daftar tunggu nasional haji itu dinilai perlu agar antrean yang ada adil di semua daerah. (*)

BERITA REKOMENDASI