Jogja Terpilih Jaring Kreatifitas Teh Pucuk Harum

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Yogyakarta menjadi salah satu kota yang bakal dijadikan ajang menjaring kreativitas seni para pemuda yang di gelar teh pucuk harum 2019. Ajang kreativitas seni tersebut, menurut Erick Harijanto, Marketing Manager teh pucuk, akan dilakukan di beberapa kota. Selain Yogyakarta juga akan dilakukan Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makasar, Samarinda dengan mengusung "Coolaboration Unlocked" mengajak para talenta muda kreatif mengejar mimpi dan bersama berkolaborasi hadirkan yang terbaik  untuk menxapai "pucuk momen" sebagai langkah awal perjalanan meraih mimpi.

"Kami menghadirkan yang tetbaik bagi talenta muda kreatif di berbagai kota, sehingga membamgkitkan semangat  kolaborasi yang lebih erat dikalangan para peserta, melahirkan ide kreatif dan suguhkan atraksi terbaik di panggung," kata Erick Harijanto kepada wartawan di Jakarta. Selasa (18/12).

Dunia digital telah menjadi kehidupan anak muda hingga pelosok nusamtara dengan cakupan 49,52persen, dari jumlah 143 juta oranf Indonesia yang mengaksea internet. Generasi muda bwrlomba untuk tampil dan berkreasi serta unjuk kreatuvitas melalui kanal media sisial yang tetawdia agar dapat disaksikan oleh publik. Untuk mendukung keinginan itu maka Pucuk Cool Jam 2019 akan melakukan roadshow ke 60 sekolah di beberapa kota Jabodetabek, Bandung,  Yogyakarta, Surabaya, Makasar dan Samarinda pada tanggal 4 – 16 Februari 2019.

Erick menjelaskan, sebelum digelar roadshow tersebut, Pucuk Cool jam 2019 membuka pendaftaran melalui digital audition yang telah dibuka sejak 12 november 2018 dan akan berakhir 12 januari 2019. Diharapkan semakin banyak anak muda disekolah menengah dapar unjuk kebolehannya. "Para siswa wajib menyiapkan cover lagu dari musisi lokal maupun internasional yang mereka sukai dan mengirimkan materi lagu mereka melalui website www.pucukcooljam.com, tidak terbatas hanya penampilan kesenian dalam bermusik saja, ektrakulikulier favorit perwakilan tiap sekolah," jelas Erick. 

Sedangkan untuk mengembangkan bakat para pemuda yang kreatif tersebut,  tambahnya, akan ada pembekalan bentuk workshop dengan bekersama SAE Institute, sebuah lembaga terkemuka bertaraf internasional dalam industri media kreatif. 

"Pembekalan dalam bentuk skill bermusik sangat diperlukan para musisi muda terlebih ketika akanemasukiindustri musik dimana karya mereka akan diminati maayarakat luas," kata Sri Wardaningsih,  Ketua Yayasan SAE Indonesia. 

Sedangkan untuk penjurian tetap melibatkan para juri yang sudah tidak diragukan lagi seperti M.  Andri Prakasa, Drummer Band Nidji & Nev. Sedangkan untuk katagori ektrakulikuler ada Evelin Kurniadi, koreografer acara X Fqctor Indonesia, Indonesian Idol Junior,  Musical Series Stereo dan Wr Sing For You. (sim) 

BERITA REKOMENDASI