Jokowi Belum Akan Beri Grasi Ba’asyir

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo mengatakan izin pengobatan bagi terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) adalah atas dasar alasan kemanusiaan.

"Ini kan sisi kemanusian yang saya kira untuk semua. Kalau ada yang sakit tentu kepedulian membawa ke Rumah Sakit untuk disembuhkan," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (01/03/2018).

Saat ditanya soal kemungkinan pemberian grasi dan abolisi kepada Ba'asyir, Jokowi mengaku belum memprosesnya karena belum ada surat permohonan yang masuk. "Sampai hari ini belum ada," ucapnya. "Belum ada surat yang masuk ke saya," imbuh dia.

Sebelumnya, kuasa hukum Ba'asyir, Achmad Michdan, menyebut bahwa kliennya itu mengalami pembengkakan di kedua kakinya akibat masalah pembuluh darah. Gejala awalnya berupa bintik-bintik hitam yang kemudian semakin lama membesar.

Pihak Ditjen PAS menyebut Ba'asyir menderita CVI Bilateral atau kelainan pembuluh darah vena berkelanjutan. Sebelumnya, proses perizinan pengobatan sempat terkendala dengan syarat pengawalan dari Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diberikan oleh pihak Lapas. (*)

BERITA REKOMENDASI