Jokowi Minta Kekerasan di Myanmar Dihentikan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Jokowi mendesak militer Myanmar berhenti menggunakan kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa anti-kudeta. Menurut Jokowi, keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama.

“Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Sehingga, tidak ada lagi korban berjatuhan,” kata Jokowi.

Indonesia mendesak agar para pihak menempuh jalur dialog untuk menyelesaikan masalah. Dia mengaku segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam selaku ketua ASEAN agar segera menggelar pertemuan tingkat tinggi yang membahas krisis di Myanmar.

“Dialog, agar rekonsiliasi segera dilakukan untuk memulihkan demokrasi, untuk memulihkan perdamaian, dan untuk memulihkan stabilitas di Myanmar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan duka cita dan simpati kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar. “Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita dan simpati mendalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI