Jokowi Minta Masukan Praktisi Hukum

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Presiden Joko Widodo meminta masukan pada sejumlah ahli hukum. Sebanyak 22 ahli hukum diminta memberikan pandangan untuk kebaikan penyelenggaraan penegakan hukum.

"Kami ingin segera mereformasi bidang hukum. Segera kami putuskan tetapi sekali lagi, kami ingin mendapat input dan masukan-masukan dari Bapak/Ibu sekalian pada sore hari ini (Kamis). Mungkin tidak hanya sekali ini, kalau memang belum matang, apa yang ingin kita putuskan, kembali merepotkan Bapak/Ibu sekalian kami undang untuk memberi masukan," kata Jokowi.

Beberapa ahli hukum dan praktisi hukum yang hadir di antaranya mantan hakim Mahkamah Konstitusi yang juga Rektor Universitas Kristen Indonesia Maruarar Siahaan, Ketua Pusat Studi Konstitusi (Pusako) yang juga pakar hukum Universitas Andalas Padang Saldi Isra, pengajar hukum Universitas Gajah Mada yang juga praktisi hukum konstitusi Refly Harun, Direktur Pukat UGM Zainal Arifin Mochtar, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan hakim Asep Iwan Rawan, Direktur Imparsial Al Araf.

Menurut Jokowi, belakangan ini banyak hal-hal yang berkaitan dengan persoalan hukum seperti korupsi di tingkat elite pimpinan lembaga, penegakkan hukum yang belum memberikan efek jera koruptor, serta revisi PP 99/2012 yang berkaitan dengan remisi narapidana.

Selain itu, menurut Jokowi, pekerjaan rumah pemerintah juga masih berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia pada masa lalu. Persoalan lain, seperti kejahatan narkoba juga dipandang memerlukan tindakan hukum tegas. (*)

BERITA REKOMENDASI