Jokowi : Waspadai Provokasi di Medsos

JAKARTA (KR) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh komponen bangsa agar mencermati perkembangan media sosial (medsos) yang dinilai telah berisi berbagai ujaran kebencian.

”Saling hujat, saling provokasi, saling adu domba. Itu bukan nilai bangsa kita. Harus diwaspadai,” tegas Presiden Jokowi dalam Silaturahim Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat bertajuk Doa untuk Keselamatan Bangsa, Sabtu (12/11) di Ancol Jakarta.

Presiden juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum perkara dugaan penistaan agama calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. ”Saya sampaikan, masalah yang berkaitan dengan Jakarta, sejak awal saya tidak mau intervensi masalah hukum. Serahkan saja pada hukum,” tandas Jokowi dalam
Silatnas yang digagas oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dihadiri sekitar 1.000 ulama. Sementara
itu Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri.

Presiden minta aparat hukum tidak ditekan dan dipaksa memproses atau bahkan menangkap Ahok, sebab sudah ada ketentuanketentuan hukum yang mengaturnya. Lebih lanjut Jokowi mengatakan, sebetulnya proses hukum kasus Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama sudah berjalan sebelum demo 4 November lalu. Polisi juga sudah memeriksa dan meminta keterangan darisaksi-saksi. ”Proses hukum membutuhkan waktu. Jadi, mari kita tunggu hasil proses hukum itu seperti apa,” tegasnya.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin, juga menyatakan bahwa proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama harus tetap dilanjutkan. Dengan begitu, ada kepastian hukum terkait dugaan penistaan agama oleh Basuki. ”Saat ini bangsa Indonesia sedang diuji, baik dengan tantangan dari dalam maupun dari luar,” tandas Cak Imin. (Sim/Edi)

 

BERITA REKOMENDASI