Jokowi Yakin TNI Tak Salahgunakan Kekuasaan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo sangat yakin, tidak akan ada penyalahgunaan kekuasaan TNI jika TNI dilibatkan untuk menangani terorisme dalam revisi UU Antiterorisme ke depan. Presiden Jokowi mengatakan keyakinannya itu karena sudah ada mekanisme kontrol yang berjalan dari masyarakat.

"Sekarang ini kan masuk dalam alam keterbukaan. Ada yang mengontrol kok, masyarakat, LSM (lembaga swadaya masyarakat), bisa kontrol mereka. Kenapa kita harus ketakutan dengan masa lalu," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan hal itu karena adanya wacana dan kajian untuk melibatkan TNI dalam revisi UU Antiterorisme. Presiden menambahkan, ke depan, justru alam demokrasi akan semakin terbuka. Keterbukaan ini, menurut dia, akan memudahkan publik mengontrol tindakan siapa pun.

"Artinya ada yang mngontrol tetapi yang paling penting dan itu sekaligus memastikan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan dalam tindakan-tindakan ini. Kita ingin agar koridor hukum makin jelas dan efektif. Jangan sampai kita ini hanya berdebat terus padahal terorisme sudah di depan kita, di Marawi lo," katanya.

Dalam forum KTT Arab Islam-Amerika di Riyadh, 21 Mei 2017, Jokowi menyampaikan pentingnya pendekatan "soft power" di samping "hard power" untuk mengatasi terorisme. Namun tak lama setelah dia kembali dari Riyadh, terjadi ledakan bom di Kampung Melayu. (*)

BERITA REKOMENDASI