Jumlah Orang Miskin Diprediksi Nambah 5,71 Juta

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Keuangan memproyeksi jumlah orang miskin bertambah 3,02 juta hingga 5,71 juta orang. Perhitungan ini menggunakan skenario berat dan skenario sangat berat.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Sumiyati mengungkapkan pemerintah memprediksi jumlah kemiskinan meningkat 5,71 juta orang untuk skenario sangat berat. Sementara, untuk skenario berat penambahannya sebanyak 3,02 juta orang.

Selain itu, pemerintah juga memprediksi jumlah pengangguran melonjak di tengah pandemi covid-19. Untuk skenario sangat berat diprediksi penambahannya sekitar 5,23 juta orang dan skenario berat sebanyak 4,03 juta orang.

“Kemiskinan diperkirakan naik signifikan, pengangguran juga naik. Makanya, butuh kebijakan extraordinary (luar biasa) untuk menjaga dampak sosial akibat covid-19,” ujar Sumiyati.

Sementara, pertumbuhan ekonomi juga diproyeksi minus hingga 0,6 persen-1,7 persen tahun ini. Padahal, sebelumnya pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3 persen pada 2020.

“Proyeksi ekonomi tahun ini sebelum ada covid-19 adalah 5,3 persen, masih positif. Namun, ternyata ekonomi mengalami kontraksi,” kata Sumiyati.

Tak hanya itu, keuangan negara juga tertekan akibat covid-19. Tercatat, penerimaan negara per Agustus 2020 turun 13,1 persen. Di sisi lain, belanja pemerintah naik 10,6 persen pada periode tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI