Jumlah Pengemudi Ojek Online Bakal Dibatasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pertumbuhan transportasi berbasis aplikasi seperti ojek online kian meningkat. Nampaknya, hampir sebagian besar masyarakat beralih dari menggunakan transportasi umum ke transportasi berbasis aplikasi online.

Hal tersebut turut menjadi perhatian Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. BKS, sapaan akrab Menhub, menyatakan dirinya sudah mencanangkan beberapa strategi untuk mengatur kehadiran ojek online di Indonesia. Salah satunya, membatasi pertumbuhan pengemudi ojek online.

"Pertama, komunikasi dengan aplikator untuk membatasi pertumbuhan, karena keseimbangan jumlah ini penting," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, jika jumlah pengemudi ojek online jumlahnya berlebihan pasti akan mengganggu lalu lintas dan mengurangi pemasukan (income) mereka sendiri karena persaingan yang tidak seimbang.

Perusahaan penyedia layanan on-demand Gojek saat ini berisinyal bakal melakukan ekspansi ke Malaysia dan Filipina. Pihaknya menargetkan layanannya bisa hadir di dua negara tersebut pada 2020.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan berbagai hal untuk ekspansi tersebut. Diketahui saat ini, layanan Gojek Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

"Tahun depan ada dua negara yang selalu disebut. Itu bisa jadi suatu perkembangan ke arah sana. Kami sudah mempersiapkan semuanya untuk bisa berada di dua negara tersebut," ujar dia, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/11/2019).

"Sebenarnya kalau di Filipina kita sudah punya pembayaran. Tapi layanan Gojek belum muncul di sana. Itu yang kami sedang usahakan," lanjut dia.

Terkait fitur layanan apa saja yang bakal dibawa ke negara tujuan ekspansi, dia mengatakan sangat bergantung pada karakteristik masing-masing negara.

"Karena yang unik di Indonesia belum tentu laku di negara lain. Tapi mimpinya tahun depan, layanannya boleh apa saja tapi harus Yang bisa memuaskan pelanggan di negara tersebut," ujar dia.

Sementara untuk besaran anggaran yang dibutuhkan untuk aksi bisnis tersebut, dia masih enggan menyampaikan secara terperinci. Meskipun demikian, dia mengatakan saat ini, Gojek punya cadangan dana USD 500 juta untuk menjalankan rencana tersebut.

"Kan tahun lalu kalau masih ingat kan kita sudah mencadangkan USD 500 juta untuk ekspansi ke negara-negara Internasional. Nah dananya masih sangat memadai untuk ekspansi ke negara baru, tapi berapanya belum tahu," tandasnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI