Jusuf Kalla: “Kami Mendengarmu, Greta”

Editor: KRjogja/Gus

NEW YORK, KRJOGJA.com – Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg (16) merasa kecewa terhadap para pemimpin dunia yang tak kunjung beraksi mengetahui adanya perubahan iklim. Thunberg pun mengungkapkan kekecewaannya di depan ratusan kepala negara yang hadir dalam Climate Action Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Aksi Iklim di General Assembly Hall, Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Senin (23/9) waktu setempat.

"Ini semua salah. Harusnya aku tidak di sini, aku harusnya di sekolah di belahan dunia sana, tapi kalian malah datang ke kami, para pemuda untuk berharap, beraninya kalian!" buka Greta yang juga disaksikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, selama 30 tahun penelitian, dunia sains telah menjelaskan mengenai perubahan iklim. Namun, hingga kini tidak ada yang meresponsnya.

Mengetahui hal tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menjawab pernyataan Greta. JK yang menghadiri KTT Aksi Iklim di New York itu meyakinkan bahwa semua pemimpin dunia mendengarkan apa kata pemuda tersebut. "Kami mendengarmu, Greta," ucap Kalla. Ia melanjutkan, Indonesia sudah mulai melakukan aksi untuk mencegah perubahan iklim yang membawa petaka.

"Aksi iklim ini harus konkret dan realistis. Indonesia sendiri telah menentukan berbagai langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Dengan target penurunan ambisius sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan hubungan internasional hingga 2030," paparnya.

Tak hanya itu, Indonesia juga telah meluncurkan Program Low Carbon Development Initiative, sebuah inisiatif yang berjalan dengan keuntungan dan ekonomis sosial. "Indonesia mengintensifkan aksi iklim melalui solusi berbasis alam dengan merestorasi 12 juta hektare lahan gambut dan merehabilitasi 12 juta lahan kritis pertahun 2020. Kami juga melestarikan daerah bakau dan pesisir," jelas JK. Tak hanya itu, untuk mencapai transisi energi, Indonesia sudah menghapus subsidi bahan bakar fosil, menetapkan kebijakan biodiesel dan membangun kilang bakar hijau.

"Indonesia juga membentuk fasilitas khusus pendanaan lingkungan agar memfasilitasi pendanaan iklim dan mendukung program lingkungan lain," kata JK. Sebagai penutup, ia memperbolehkan negara mana saja untuk bekerja sama dengan Indonesia agar bergabung dalam Badan Layanan Umum (BLU) Dana Lingkungan untuk mewujudkan Perjanjian Paris yang kini menjadi acuan untuk mencegah perubahan iklim.

Walikota Surabaya Tri Risma Harini juga turut menghadiri KTT Aksi Iklim. Risma berbicara di Program 'Live, Work and Move Green'. Risma mengatakan, transportasi adalah sarana vital masyarakat. Namun, karena itu, transportasi juga menyumbang emisi gas karbon yang tidak sedikit, sehingga perlu ada pengendalian dari sektor hukum.

"Di Surabaya kami meluncurkan sebuah transportasi bernama Surabaya Bus. Bagi para pengguna, mereka bisa membayar dengan sampah plastik. Jadi ini juga kampanye antiplastik. Kami juga membangun taman dan fasilitas parkir untuk memudahkan transisi pengguna jalan dari motor atau mobil ke bus," jelasnya.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump yang hadir sebelum acara dimulai, sempat duduk di barisan depan untuk mendengarkan paparan kepala negara berkaitan dengan pencegahan perubahan iklim. Trump juga menyempatkan diri untuk mendengar pidato Greta Thunberg.

Ini merupakan kejadian langka karena sejak awal Trump tidak dijadwalkan hadir. Namun, ternyata ia datang di menit-menit terakhir agenda dimulai. Kedatangan Trump sempat dibahas oleh Michael Bloomberg, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Bidang Aksi Iklim.

"Selamat datang, Presiden Trump. Semoga apa yang ada di sini bermanfaat untuk Anda," ucap Bloomberg diiringi gelak tawa delegasi lain. Bisa dibilang, ucapan tersebut merupakan sindiran bagi Trump yang tak mempercayai adanya perubahan iklim. (M-1)

Laporan Wartawan 'KR'
Ardhike Indah dari New York

 

 

 

BERITA REKOMENDASI