Kadin Minta Kebijakan Nontarif Diterapkan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah untuk memberlakukan tindakan nontarif (Non-Tariff Measures atau NTM) agar barang impor berbentuk bahan baku, produk antara maupun barang jadi bisa dibendung.

Sebagai informasi, NTM merupakan kebijakan selain tarif yang bisa digunakan untuk membendung impor. Kebijakan dilakukan untuk melindung pelaku usaha dengan membatasi impor baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu bentuk hambatan bisa dilakukan dengan memberlakukan kuota impor, pembatasan distribusi, kesehatan, larangan impor secara mutlak. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Johnny Darmawan mengatakan permintaan disampaikan demi melindung konsumen dan industri di dalam negeri.

Ia mengatakan kebijakan NTM dapat menjadi instrumen efektif untuk melindungi industri nasional. Menurutnya, perlindungan industri manufaktur dalam negeri kini dinilai krusial bagi Indonesia setelah berlakunya sejumlah kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA).

Tujuannya, agar para pelaku industri manufaktur nasional terlindungi dari persaingan impor. "Di tengah semakin kecilnya tarif bea masuk sebagai konsekuensi pemberlakuan kesepakatan FTA, maka NTM akan menjadi andalan sebagai instrumen yang dinilai efektif dalam memproteksi industri dalam negeri," ungkapnya.

Johnny menjelaskan, NTM merupakan kebijakan non tarif yang berpotensi memiliki dampak ekonomi seperti perubahan harga, kuantitas barang, serta memiliki implikasi terhadap perkembangan ekonomi, khususnya bagi negara yang terintegrasi pada perdagangan global.

Menurutnya, Penggunaan instrumen NTM seperti hambatan perdagangan atau trade remedies yang merupakan kesepakatan dalam WTO Agreement seperti safeguard, antidumping, quota, countervailing duties dan lain-lain harus semakin diperbanyak. (*)

BERITA REKOMENDASI