Kahmipreneur Mendorong Terbentuknya Ecosystem Digital di Setiap Daerah

JAKARTA,KRJOGJA.com – Perkembangan ekonomi saat ini tidak hanya dilihat melalui konvensional. Melalui teknologi digital bisa melihat perilaku konsumen dan lainnya, sehingga pelaku usaha juga bisa memantau secara langsung apa yang dibutuhkan pasar saat ini. 

Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrussamad mengatakan, melalui forum atau media sosial bisa memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh konsumen, bagaimana kecenderungan belanja mereka, barang apa yang sedang populer dan lain sebagainya. Pengetahuan akan perilaku konsumen ini sangat penting sebagai landasan untuk mengembangkan bisnis, terutama ketika kamu ingin melakukan berbagai inovasi.

Menurut Kamrussamad, era digital membawa dampak dan perubahan yang cukup besar dalam perdagangan dunia pada masa depan. Dia menegaskan ekonomi digital meningkat dua kali lipat dibandingkan 2008 yang baru mencapai 2 persen dari GDP dunia. 

Pertumbuhan untuk lima tahun ke depan diperkirakan sebesar 11 persen per tahun. "Menurut saya, perdagangan digital merupakan bagian dari revolusi digital yang akan membawa dampak yang sangat luas bagi seluruh daerah," kata Kamrussamad di Jakarta, Kamis (05/04/2018).

Dari informasi yang diterima sebanyak 1,8 miliar jiwa penduduk di negara-negara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC)‎ telah bertransaksi online pada akhir 2015. Jumlah itu sebanding 65 persen penduduk APEC yang berjumlah 2,85 miliar jiwa. Jasa online yang mempunyai pasar sebesar 1,6 triliun dolar Amerika diperkirakan akan tumbuh 13 persen per tahun sampai 2020. Sebanyak dua pertiga nilai tersebut berasal dari e-retail dan e-travel.

Melihat perkembangan tersebut, Kamrussamad selalu mendorong lahirnya wirausahawan yang milenial dan tidak gagap akan teknologi. Pasalnya, diera ini pemasaran akan sangat mudah dimana sekarang kontrol tidak lagi dilakukan secara konvensional melainkan dengan digitilisasi. "Jadi dimanapun, kapanpun pemantauan usaha bisa dilakukan melalui genggaman," tegasnya. 

Kamrussamad menilai, apabila ada daerah yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah akan bisa terpantau. Seperti yang terjadi di Lampung, dimana daya dukungnya jadi sentra ekonomi Sumatera terlihat dari sisi produksi, terjadi pertumbuhan yang tertinggi pada kuartal terakhir 2017, yakni pada lapangan usaha pengadaan listrik dan gas. “Pertumbuhannya sebesar 46,48 persen," ujarnya.

Dia menegaskan, indonesia kini menyiapkan skenario pertumbuhan ekonomi tinggi menuju negara berpendapatan tinggi pada 2035. Saat itu, PDB Indonesia juga ditargetkan menjadi keempat terbesar di dunia. Kesemua itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas termasuk kuat dari sisi kewirausahaan.

Menurut dia, orientasi kewirausahaan pada intinya juga mengubah paradigma dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Selain itu, harus bisa membantu mengembangkan bisnis para pengusaha muda dengan menciptakan jejaring luas, baik sesama pengusaha KAHMI maupun yang bukan. (Imd)

BERITA REKOMENDASI