Kaldera Toba jadi Pusat Penelitian Vulkanologi Dunia.

MEDAN, KRJOGJA.com – Melalui International Workshop on Collapse Caldera ke-7 (IWCC-7)  yang berlangsung 19-26 September, kawasan Kaldera Danau Toba dinyatakan sebagai Pusat Penelitian Vulkanologi Terbaik Dunia. Lokasinya berada di Tuk Tuk, Samosir, Sumatera Utara. Workshop diikuti 69 pakar dan peneliti geologi juga gunung api. 

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, rekomendasi IWCC sangat penting bagi Kaldera Danau  (KDT). "Status yang diberikan oleh IWCC ini sangat penting. Dengan statusnya sebagai yang terbaik, value KDT ini otomatis naik. KDT menjadi destinasi wisata terbaik dunia. Artinya, akan ada kunjungan wisatawan lebih banyak lagi,” ungkap Arie, Rabu (26/9).

IWCC adalah agenda internasional yang digelar setiap 2 tahun. Pembahasannya menyangkut sosio-ekonomi dari letusan supervulcano. Sebelum berada di KDT, IWCC juga berkunjung ke Kaldera La Garita di Colorado, Amerika Serikat. Ada juga Taupo dari Selandia Baru dan Aira di Kyushu, Jepang. 

“IWCC ini sangat kredibel. Pakar yang hadir dari dalam negeri dan mancanegara. Bisa menjadi tuan rumah saja sudah luar biasa. Kawasan ini akan semakin diakui,” terang Arie lagi.

Status yang diberikan IWCC, menjadi momentum bagus buat KDT. Sebab, kawasan ini adalah destinasi prioritas di Indonesia. Lalu, KDT memiliki kualitas lantaran memenuhi aspek kredibel. Tidak kalah penting adalah calibration untuk membandingkan kualitas di level global. 

Arie menambahkan, secara kualitas KDT ini bisa dipertanggungjawabkan. “Secara kualitas, KDT ini sudah terjamin yang terbaik. Kombinasi kekuatan alam dan budayanya itu luar biasa,” lanjutnya lagi.

Arie menegaskan, Danau Toba sangat kaya. Banyak pilihan untuk berwisata. Salah satu destinasi yang bisa dikunjungi adalah Menara Pandang Tele. Ada juga Museum Huta Bolon Simanindo. Selain itu, Wisatawan juga bisa menari tor tor bersama. Lengkap mengenakan kain ulos dan ikat kepala. 

“KDT ini sudah sangat lengkap. Ada banyak pilihan. Jadi, para peneliti ini bisa berwisata sekaligus. Ini tentu akan menghadirkan sensasi berbeda,” jelas Arie lagi.
   
Pendapat tidak jauh berbeda disampaikan Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib.

 “IWCC ini akan menguatkan branding KDT. Sebab, mereka mengakui kalau potensi KDT ini luar biasa besar. Bukan itu saja, akses menuju KDT sangat mudah,” ujar Ketua Pokja Bidang Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S Thaib.

Saat ini, KDT memang telah terhubung dengan Malaysia. Koneksinya melalui Bandara Silangit dengan Subang di Malaysia. Rute ini dilayani oleh maskapai Malindo. Tata waktu operasinya mulai 17 Agustus kemarin.  Akses menuju Malaysia juga akan semakin besar. Sebab, AirAsia akan membuka mulai akhir Oktober nanti. (*)

BERITA REKOMENDASI