Kampung KB akan Dibangun di Desa Tinggi Stunting

JAKARTA, KRJOGJA.com – Prioritas 2019 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan membangun Kampung KB di desa yang memiliki angka stunting tinggi. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal di Jakarta ,Senin (14/1 2019). Hal itu merupakan amanat dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu.

Selama ini, kata Nofrijal program Kampung KB diselenggarakan di wilayah-wilayah yang termasuk Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DPTK) yang kurang tersentuh pembangunan.

"Sesuai amanat Bapak Wapres Jusuf Kalla, kita akan menyasar desa-desa yang tinggi angka stunting. Karena memang stunting atau lambat tumbuh kembang balita saat ini masih menjadi momok di Indonesia," kata Nofrijal.

Menurutnya, meskipun tidak secara khusus menyasar desa-desa yang memiliki angka stunting tinggi, sebanyak 21% desa yang telah dibangun Kampung KB merupakan termasuk desa dengan angka stunting tinggi. 

Hingga saat ini sejak dicanangkan sudah ada 8.189 Kampung KB di seluruh Indonesia. Sementara itu sejak awal tahun sampai 31 Agustus telah ada 1.134 Kampung KB yang dicanangkan.

Targetnya pada tahun ada 1.600 desa yang memiliki tinggi kondisi stunting yang akan dibangun Kampung KB dari total target sebanyak 6.727 desa.

Namun, pada 2019 target jumlah pembangunan Kampung KB akan menurun dari tahun ini yakni hanya 6.726 desa. Selebihnya Nofrijal menjelaskan pihaknya akan fokus pada peningkatan kualitas Kampung KB yang sudah ada dan kegiatan pemantauan. Sebabnya adalah turunnya anggaran akibat turunnya target APBN.

"Semua kementerian dan lembaga mengalami ini, bukan hanya BKKBN. Tapi, bukan berarti kita lepas. Tetap ada tapi sebagian besar lebih kepada peningkatan kualitas," ujarnya.

Nofrijal mengatakan tidak hanya fokus pada pemberian pemahaman kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi serta program KB, Kampung KB juga memiliki pilar layanan pembangunan kesejahteraan, pelayanan teknis kesehatan, perbaikan infrastruktur kesehatan, dan ekonomi, serta pendidikan pengasuhan dan pemberdayaan masyarakat. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI