Kampus Merdeka Vokasi Perkuat Hubungan Dunia Pendidikan dan Kerja

Editor: Agus Sigit

Sementara itu, fokus kedua Kampus Merdeka Vokasi adalah dana padanan (matching fund) Kampus Vokasi. Matching Fund ini dapat digunakan untuk tiga hal, yaitu 1) Pengembangan Pusat Unggulan Teknologi (PUT), 2) Hilirisasi produk riset terapan, dan 3) Startup kampus vokasi yang dibangun bersama dunia kerja.

“Matching Fund itu lebih ke riset, riset terapan di vokasi itu jangan sampai berhenti pada publikasi, atau menjadi produk tapi disimpen di workshop. Produk ini harus dihilirkan ke masyarakat, ke pasar atau ke industri,” ujar Wikan.

Untuk melakukan ini, lanjut Wikan maka riset harus dilakukan sejak awal bersama dengan industri. “Maka kita beri Matching Fund, setiap kontribusi industri yang terjun dalam riset tadi berujung produk dan dihilirkan. Itu akan kita berikan matching fund 1:1 atau maksimal 3:1,” ucapnya.

Dekan Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, juga menyambut baik dan sangat antusias dengan kebijakan Merdeka Belajar ke-11 Kampus Merdeka Vokasi. Menurutnya, dengan diluncurkannya kebijakan ini, kementerian telah mengidentifikasi bagaimana mentransformasi pendidikan atau mengakselerasi untuk mengatasi perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

“Mudah-mudahan dengan kebijakan ini dapat terwujud link and match antara dunia pendidikan dengan industri. Sehingga dengan adanya pernikahan masal ini akan menghasilkan lulusan sekolah vokasi yang sebelum lulus sudah diambil oleh industri,” ujar Arief.

Executive Vice President Talent Development PT PLN (Persero), Daru Tri Tjahjono, mengatakan kebijakan Kampus Merdeka Vokasi sangat mendukung perusahaannya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sudah siap bekerja. Untuk itu, PT. PLN Persero sangat antusias dan mendukung Kemendikbudristek dengan Program Merdeka Belajar ke-11.

“Kampus Merdeka ini, menurut saya karena anak-anak vokasi ini adalah anak-anak yang program yang banyak yang experiencial learning, banyak praktik sehingga ini benar-benar mendukung kami sebagai perusahaan,” ungkap Danu. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI