Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 93 Diluncurkan

JAKARTA.KRJOGJA.com – Steadfast Marine telah menyelesaikan pembangunan kapal perintis ke-7 dari 13 kapal pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Masing-masing type 1200 GT  dan 2000 GT dengan total nilai anggaran sekitar Rp 50 Miliar.

Kapal yang diberinama KM Sabuk Nusantara 93 diluncurkan, di Pontianak ini, rencananya dioperasikan untuk melayani masyarakat di kawasan Timur Indonesia dan ditempatkan di pelabuhan Malahayati Aceh.

Komisaris Utama  PT Steadpast Marine Eddie Kurniawan Logam menjelaskan, saat ini Indonesia menjadi negara yang paling  banyak membangun kapal. Ditengah-tengah giatnya pemerintah membangun kapal, galangan di Tiongkok malah banyak yang tutup karena minim pesanan.

"Saat ini menjadi momentum penting untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang mampu membangun industri galangan kapal dan industri pelayaran," kata Eddie, Rabu (18/10/2017).

Sebelumnya di Galangan Kapal Stedfast juga telah menyelesaikan pembangunan enam unit kapal latih type 1200 GT milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BPSDM) Kemenhub. Kapal-kapal tersebut dioperasikan untuk  lembaga pendidikan pelayaran di bawah  BPSDM, yakni BP2IP Malahayati Aceh,  STIP Jakarta, BP2IP Sorong, PIP Makassar, Poltekpel Surabaya dan BDP Minahasa Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bay M. Hasani mengatakan, kapal KM Sabuk Nusantara 93 tersebut akan digunakan untuk mendukung program Tol Laut. "Ke depan pelayanan angkutan perintis akan terus ditingkatkan, bahkan kapal-kapal perintis ini nantinya akan terintegrasi dengan kapal Tol Laut sehingga dapat semakin memperkuat konektivitas antar pulau," jelasnya.

Terkait upaya pemerintah dalam mengoptimalkan program Tol Laut, Bay menambahkan, saat ini manfaatnya sudah mulai terasa. Salah satunya adalah penurunan harga beberapa barang pokok sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan yang di update setiap tiga bulan sekali.

Menurut Bay, kehadiran kapal perintis yang dibangun oleh Kemenhub juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan konektivitas nasional dalam rangka percepatan ekonomi daerah. 

"Pelayaran perintis adalah tulang punggung peningkatan aksesibilitas masyarakat terpencil, terisolir dan pulau-pulau terluar sekaligus juga menjadi penunjang sistem distribusi logistik nasional dan angkutan antar pulau, yang pada akhirnya dapat memicu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya," paparnya. (Imd)

BERITA REKOMENDASI