Kapolri Berharap Jalur Selatan Bisa Seperti Brexit

Editor: Ivan Aditya

BANDUNG, KRJOGJA.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap, infrastruktur di jalur selatan dirombak total untuk mengantisipasi semakin volume kendaraan, terutama saat arus mudik atau balik Lebaran. Berdasarkan hasil pantauannya, Kapolri menilai belum ada perbaikan infrastruktur menyeluruh di jalur selatan.

Menurut Tito, perombakan total infrastruktur jalan di jalur selatan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, terutama saat arus mudik maupun balik Lebaran. Dia mencontohkan, kemacetan parah yang terjadi di kawasan pintu keluar Tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu kini tuntas setelah dioperasikannya tol fungsional dari Brebes ke Grinsing dan pembangunan empat flyover lintasan kereta api.

"Di Gentong dan Nagreg ini ada beberapa permasalahan yakni, topografi, pasar, restoran, dan lain-lain. Sekarang relatif belum ada perbaikan infrastruktur yang signifikan seperti di Brexit," ungkap Tito.

Konsekuensinya penanganan arus mudik maupun balik di jalur selatan harus menggunakan cara-cara manual, yakni rekayasa lalu lintas seperti contraflow (satu arah). Namun, hal itu berkonsekuensi pula pada pada terganggunya arus kendaraan di lajur yang ditutup. (*)

BERITA REKOMENDASI