Kapolri Pastikan tak Ada Suku Uighur di Poso

JAKARTA (KRjogja.com) – Pasca-tewasnya anggota Kelompok teroris Mujahiddin Indonesia (MIT) dari suku Uighur bernama Ibrohim dalam kontak senjata, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian memastikan tidak ada lagi suku Uighur di Pegunungan Poso, Sulawesi Tengah.

"Iya informasinya satu satunya Ibrohim, warga Uighur China. Dulu ada enam, kemudian tinggal satu. Yang lain ada yang ditangkap hidup, ada yang meninggal. Yang satu ini kemarin kontak tembak dan ditemukan senjata kaliber M-16," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Kamis (18/8/2016).

Sebelumnya terjadi kontak senjata antara anggota Satgas Operasi Tinombala terjadi di wilayah Pegunungan Padopi, Poso Pesisir Sulawesi Tengah Rabu 17 Agustus 2016 sekira pukul 08.35 WITA.

Satu orang tewas dan dipastikan adalah Ibrohim dari suku Uighur dengan ciri-ciri berkulit putih, hidung mancung, rambut panjang, berjanggut, menggunakan baju berwarna loreng dan memakai rompi. Sementara satu orang lagi berhasil kabur dan masih terus diburu oleh pasukan Satgas Tinombala.

Tito sendiri mengatakan hingga kini jumlah anggota Santoso yang tersisa di pegunungan Poso hanya berjumlah 14 orang. Sementara pimpinan MIT, Santoso alias Abu Wardah sendiri sudah tewas beberapa waktu lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI