Kasus Vaksin Palsu Dilimpahkan ke Kejaksaan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Mabes Polri mulai menyelesaikan berkas pemeriksaan terhadap 23 tersangka peredaran vaksin palsu, yang tiga di antara pelaku berprofesi sebagai dokter. Kasus tersebut akan mulai dilimpahkan ke Kejaksaan Agung, Jumat (22/07/2016) besok.

"Awal mula kasus tersebut terungkap ketika kami mendapat kabar adanya penjualan vaksin melalui media sosial. Kepolisian bersama dengan Kementerian Kesehatan melakukan invegtigasi kasus itu hingga tertangkapnya beberapa orang pengedar vaksin palsu. Kemudian kami sepakat untuk membuat satgas penganggulangan vaksin palsu yang diprakarsai Bareskrim Polri," tutur Kepala Divisi Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (21/07/2016).

Mabes Polri juga memprediksi jumlah tersangka dalam kasus peredaran vaksin palsu akan terus bertambah, mengingat pemeriksaan di layanan kesehatan yang ditengarai terlibat penjualan vaksin palsu masih dilakukan. Lambannya penanganan terutama di layanan kesehatan di luar Jawa terjadi karena jumlah personel satgas yang terbatas.

Selanjutnya, jajaran kepolisian di daerah juga telah disiagakan untuk mengendalikan keluhan dari masyarakat yang anaknya memperoleh vaksin di rumah sakit dan layanan kesehatan yang dinyatakan terlibat dalam peredaran vaksin palsu. Meski sempat terjadi kericuhan di beberapa layanan kesehatan, namun aparat kepolisian mengklaim kondisi keamanan masih bisa terkendali. (*)

BERITA REKOMENDASI