Kawin Kontrak Perlu Penanganan Serius

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Praktik kawin kontrak yang masih ditemukan terutama di kawasan puncak Kabupaten Bogor dan Cianjur Jawa Barat memerlukan penanganan serius. Pasalnya tanpa adanya kerja sama yang kuat antar pemangku kebijakan praktik yang sudah berlangsung lama itu akan terus terjadi dan berkembang.

Menurut Ketua Pengadilan Agama Bogor, Siradjuddin Sailellah yang meneliti eksistensi kawin kontrak dalam perspektif norma dan tuntutan ekonomi, kawin kontrak saat ini memang sudah menjadi bisnis prostitusi model baru. Sayangnya praktik bisnis ini seringkali menggunakan alasan agama untuk melindunginya.

"Ada yang menyebutnya nikah mut'ah dan pelakunya juga memang sebagian besar orang Arab yang sedang berlibur ke Puncak. Padahal secara norma agama pun praktik ini tak bisa dibenarkan," kata Siradjuddin.

Siradjuddin menuturkan dalam praktik kawin kontrak banyak norma yang dilanggar. Selain norma agama, ada pula norma kesopanan, norma kesusilaan dan norma hukum. Motif ekonomi juga diakui menjadi salah satu faktor yang menyuburkan praktik ini terjadi.

Meski demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan pihaknya penyelesaian masalah ini memang tidak bisa dilakukan sepihak. Selain kerjasama antar pemangku kepentingan, perlu juga aturan yang menaunginya. (*)

BERITA REKOMENDASI