KBRI Fasilitasi Kerja Sama Muhammadiyah-Muslim Ukraina

UKRAINA, KRJOGJA.com – Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi  siap memfasilitasi kerja sama Muhammadiyah dengan berbagai organisasi muslim di Ukraina. Di antaranya yakni kerjasama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan juga ekonomi. 

"Kami mendukung penuh dan menjadi siap menjadi mediator bagi kedua belah pihak, termasuk bagi muslim Tatar Crimea yang membutuhkan semangat dan dorongan internasional agar muslim di Crimea dapat hidup dengan layak di bawah kekuasaan Ukraina,” tutur Yuddy di Kantor KBRI untuk Ukraina ketika menerima rombongan PP Muhammadiyah. Dalam lawatan memenuhi undangan KBRI tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah Hadar Nashir didampingi Sekretaris Umum PP Abdul Mu’ti dan Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini.  
 
Melalui telepon internasional yang diterima KRJogja, Rabu (17/10) disebutkan Haedar berterimakasih dengan kesediaan Dubes RI untuk Ukraina. Menurutnya,  tanpa peran besar Dubes, maka kerjasama yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah dan muslim Ukraina tidak akan berhasil. “Dengan peran aktif dubes, kerjasama ini diharapkan dapat berjalan dengan progresif dan juga produktif,” jelas Haedar.
Majelis Rakyat

Ketua Majelis Rakyat Tartar Crimea Refat Chubarov dalam pertemuan dengan Haedar Nashir berharap agar Indonesia dan Muhammadiyah bisa menyuarakan aspirasi mereka ke mata dunia. Mereka percaya dengan Indonesia karena telah berpengalaman dalam menangani permasalahan dunia Islam serta berhasil melakukan resolusi konflik Meskipun telah ditetapkan oleh PBB, bahwa Crimea tetap menjadi bagian dari Ukraina. 

Persoalan tidak berhenti sampai disitu. Persoalan lain muncul yaitu terjadinya intimidasi yang diterima oleh rakyat Tartar Crimea, terutama yang beragama Islam seperti distigma radikal.

Haedar berjanji akan menyampaikan saran Muslim Crimea kepada Pemerintah Indonesia. "Pemerintah Indonesia harus menyuarakan lebih keras lagi agar membuat rakyat Crimea yang beragama muslim mempunyai masa depan yang lebih jelas di bawah negara Ukraina,” ucap Haedar. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI