KBRI Stockholm Adakan Buka Bersama

STOCKHOLM, KRJOGJA.com – Pengajian Al-Ikhlas yaitu kelompok pengajian komunitas Indonesia di Stockholm bekerjasama dengan KBRI Stockholm mengadakan acara buka bersama, Sabtu (11/5/2019). 
 
Kegiatan ini diisi pula dengan mendengarkan tausiyah dari Dr. Kun Mahardi yang menegaskan perlunya berbuat baik kepada sesama manusia. Sebagai bulan yang penuh dengan perjuangan, kesabaran dan berkah, puasa menghendaki setiap orang untuk peduli kepada sesama.
 
Puasa berarti adalah toleransi kepada orang yang tidak punya. Menahan lapar sebagai solidaritas kepada golongan yang tidak berkecukupan. ”Allah Subhanawata’ala telah menunjukkan hal yang hakiki,” kata Ustad Kun Mahardi dalam siaran pers yang diterima KRjogja.com dari KBRI Stockholm. Disebutkan lebih lanjut bahwa bulan suci ini adalah kesempatan untuk bermunajat dan memberikan sedekah kepada sesama manusia.
 
Menurut Ustad yang telah menetap tahun di Denmark bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan memberikan apa yang kita perlukan. ”Bukan memberikan yang kita mau. Karena manusia itu tidak pernah puas untuk menerima rezeki atau nikmat”, tambah Kun Marhadi. Yang diperlukan adalah yang pasti bermanfaat bagi yang bersangkutan dan manusia lainnya.
 
Godaan untuk menahan diri itu diperlukan disemua kehidupan negara dan masyarakat. “Bergunjing, berbohong, mengumpat, marah dan buruk sangka adalah sumber dari kehancuran dan bertentangan dengan spirit Ramadhan,” jelas Kun Marhadi. Lebih jauh disebutkan bahwa yang dikehendaki ajaran Kitab Suci kita adalah sifat sabar (hilm), rendah hati (tawadu), pemurah dan ahlak yang baik.
 
Selesai ceramah dilanjutkan dengan tanya jawab. Kemudian acara diteruskan dengan buka bersama dan sembahyang. Setelah itu menikmati hidangan makan malam. Tidak saja warga negara Indonesia dan Swedia yang hadir. Terlihat WN India, Pakistan, Bangladesh, Mesir juga mengikuti acara buka bersama.
 
Dubes Bagas Hapsoro mengucapkan penghargaan atas kedatangan para hadirin dan penceramah. Juga diucapkan terima kasih kepada para hadirin atas segala bantuan yang ditunjukkan baik berupa makanan, bantuan tenaga maupun pengaturan acara tersebut. ”Hal demikian sangatlah berarti bagi kita. Semoga apa yang sudah diberikan kepada kami itu dicatat amal baik dan mendapatkan imbalan dari Allah SWT”, demikian kata Bagas.
 
Jika dibandingkan Indonesia, durasi berpuasa di Swedia untuk tahun ini hanya lebih lama tiga jam. Misalnya di Indonesia waktu berbuka sekitar pukul 18.00, maka di Swedia waktu berbuka pukul 21.00. Sebagai gambaran, suasana jam 05.00 di sini sudah sangat terang seperti jam 09.00. Sementara suasana jam 20.00 malah masih terang seperti jam 16.00.
 
Namun demikian, durasi yang lebih panjang cukup terbantu dengan suhu dan lingkungan di Swedia yang teduh. Suhu di Swedia bisa berkisar antara 7-12 derajat Celcius, ini artinya sangat jauh jika dibandingkan dengan Jakarta yang bisa mencapai 34 derajat Celsius. Selain itu kualitas udara di Swedia juga tergolong sangat baik. Negara ini hampir tidak ada polusi, bahkan pemerintah dan rakyat Swedia sangat menjaga ketat alamnya. (Ioc)
 

BERITA REKOMENDASI