KBRI Uzbekistan-Perpusnas Adakan Diskusi Film Dokumenter

“Film ini akan menampilkan kontribusi signifikan yang dipelopori oleh Ibnu Sina pada bidang matematika modern, astronomi, fisika, kedokteran dan masih banyak lagi. Kami berharap semoga banyak orang akan merasa terinspirasi dari pemutaran film dokumenter tentang Ibnu Sina ini. Bukan saja bagaimana seorang dicatat dalam tinta emas nama besarnya karena ilmu pengetahuannya, kita lihat sejak Ibnu Sina hingga ilmuwan-ilmuwan terakhir saat ini, semua lahir dan besar di perpustakaan,” kata Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando saat membuka acara di Ruang Teater Perpusnas, di, Jakarta, Senin (12/4).

Ibnu Sina lahir sekitar tahun 980 M di Afshana, sebuah desa dekat Bukhara di Uzbekistan saat ini. Dari 450 karya yang diyakini telah ditulis olehnya, sekitar 240 bertahan, termasuk 150 tentang filsafat dan 40 tentang kedokteran. Diyakini bahwa sebagian besar pengetahuan Ibnu Sina terbentuk di perpustakaan. Ibnu Sina menerima akses ke perpustakaan terbesar pada saat itu setelah berhasil menyembuhkan pangeran Bukhara.

Sementara itu Sekretaris Dua untuk Urusan Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Republik Uzbekistan untuk Republik Indonesia Muzaffar Abduazimov menuturkan negaranya merupakan bagian penting dari lahirnya peradaban Islam. Dia menambahkan, Uzbekistan merupakan tanah air dari sejumlah cendikiawan Islam seperti Ibnu Sina dan Aljabar.

BERITA REKOMENDASI