Keberangkatan Haji Dibatalkan, Bagaimana Nasib Dana Jamaah?

Ketentuan pengembalian kemanfaatan dana haji, kata Menag tidak sama jumlahnya setiap daerah namun berlaku juga untuk petugas haji daerah. Hal itu ditentukan oleh pembukaan setoran awal BIPIH mulai dari Rp 6 juta (berlaku di Propinsi NAD) dan tertinggi ada di Makassar sebesar Rp 16 juta.

Sebelumnya, Menteri Agama Fahrul Razi memutuskan membatalkan seluruh keberangkatan haji di tahun 2020 akibat masih mewabahnya pandemi Covid-19 dan belum ada keputusan dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kemenag sendiri sudah membentuk tim krisis penyelenggaraan haji di tahun 2020. Termasuk menjalin komunikasi dari pemerintah Arab Saudi, namun sampai dengan waktu yang ditentukan, tidak ada akses penyelenggaraan ibadah haji dari seluruh dunia. Karena itu, melalui Keputusan Kemanag Nomor 449/2020 memutuskan membatalkan seluruh keberangkatan haji dari Indonesia termasuk haji karena undangan atau mendapatkan visa khusus dari pemerintah Arab Saudi,” ungkap Menag didampingi Wamenag saat pengumuman resmi melalui saluran Youtube, Senin (02/06/2020).

Menag menjelaskan keputusan pahit ini harus dikeluarkan karena pihanknya lebih mementingkan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan para jamaah mulai dari pra keberangkatan sampai kepulangan kembali di tanah air. Kemenag sudah melakukan upaya maksimal mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji di tahun ini. (*)

BERITA REKOMENDASI