Kebijakan Jokowi Terhadap Ba’asyir Dinilai Tepat

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berharap terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir tidak aktif lagi dalam jaringan terindikasi terorisme setelah menerima perawatan medis di luar Gunung Sindur.

Hal itu menyikapi pemberian izin Presiden RI Joko Widodo kepada mantan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu menerima pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Yang penting kalau ada kebijaksanaan yang sangat baik dari Presiden harus dibalas baik juga. Dia (Ba'asyir) sanggupi," ucap Ryamizard.

Ia mengatakan saat ini pihak Ba'asyir harus fokus dalam proses pemulihan atas sakit yang diderita pada kakinya terlebih dahulu. Wacana grasi atau abolisi, kata Ryamizard, hingga saat ini belum menjadi bahasan pemerintah.

"Saya rasa tidak sampai ke sana. Yang penting dia tahanan rumah saja juga lebih bagus. (Bisa bertemu) Saudara, anak, cucu, kan kayak di rumah sendiri. Kalau dibebaskan dan ada apa-apa nanti pemerintah lagi (disalahkan)," kata Ryamizard.

Selain pengobatan, Jokowi diharapkan diharapkan bisa memberikan grasi kepada Ba'asyir karena telah tua dan sakit-sakitan. Presiden menyatakan hingga kini belum ada surat resmi permintaan grasi di atas meja kerjanya. (*)

BERITA REKOMENDASI