Kebijakan Nadiem Kembali Menuai Kritikan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTSI) Budi Djatmiko mengkritik kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang membolehkan mahasiswa menukar dua semester kuliah dengan magang atau kegiatan di luar kampus.

Budi menyebut pola pikir Nadiem dalam kebijakan tersebut hanya dari sudut pandang perguruan tinggi negeri (PTN) yang diberkati jaringan luas dengan dunia industri.

"Dia harus paham, 95 persen itu PTS (Perguruan Tinggi Swasta) dan dia enggak tahu 85 persen itu (PTS).kecil. Jangan lihat Nadiem, lahir dari keluarga berkecukupan, kuliah di Harvard, lihat kampus Harvard, enggak bisa," kata Budi.

Budi menyebut PTN lebih akrab dengan dunia industri karena diberkati mahasiswa dengan kualitas di atas rata-rata. Selain itu, PTN punya banyak alumni yang sudah menjadi bagian dari dunia industri.

Sementara, menurutnya, sebagian besar PTS di Indonesia berskala kecil, sehingga sulit untuk menyalurkan anak didiknya ke perusahaan-perusahaan untuk merealisasikan program magang ala Nadiem.

"Kalau menyuruh begitu saja, (sama saja)?menutup perguruan tinggi itu. Mahasiswa nanti menuntut enggak bisa magang. Enggak apa-apa, kan Nadiem belum punya pengalaman. Yang bisikin Nadiem kan orang negeri semua," ujarnya.

Meski begitu, Budi mengaku mendukung program tersebut asal ada tindak lanjut dan harus ada kesepakatan beberapa menteri untuk mendukung program dengan memuluskan jalan para mahasiswa magang. (*)

BERITA REKOMENDASI