Kebijakan Pendidkan Tinggi Harus Ramah Bagi Disabilitas

JAKARTA, KRJOGJA.com – Guna mengptimalkan potensi mahasiswa berkesulitan belajar,maka kebijakan pendidikan tinggi harus ramah dan peduli bagi disabilitas.

Ditjen Dikti Kemendikbud bekerja sama dengan Yayasan Peduli Anak Spesial (YPAS) dan International Labor Organization (ILO) selenggarakan seminar daring terkait implikasi dan kesempatan dalam optimalisasi potensi pada mahasiswa berkesulitan belajar (disabilitas) di perguruan tinggi, Senin (22/03) malam.

Dalam kesempatannya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam menyampaikan salah satu kebijakan pemerintah adalah mengubah sistem pendidikan menjadi sistem pembelajaran yang mandiri sehingga dapat memenuhi dinamika di tempat bekerja serta membuka peluang untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki mahasiswa. Sebagaimana diketahui bahwa setiap orang memiliki potensi masing-masing, sehingga pendidikan harus bisa mewadahi berbagai potensi serta kebutuhan tertentu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk mengasah kemampuannya di masa mendatang.

BERITA REKOMENDASI