Kebutuhan Huntara Kian Mendesak

Editor: Ivan Aditya

MEMASUKI musim hujan, warga korban gempa banyak yang cemas. Mereka khawatir hidup tidak normal karena tenda yang ditempati tergenang air. Sementara rumah permanen yang dijanjikan pemerintah belum jelas kapan terealisasi.

"Sambil menunggu kejelasan kapan rumah permanen dibangun,   banyak warga yang minta dibuatkan hunian sementara (Huntara), tidak tinggal di tenda yang rawan tergenang air," ungkap Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Selat Kecamatan Narada, Arman Alala saat mewakili warga menerima bantuan dari Pembaca KR.

Bantuan diberikan yang diberikan berupa selimut, air mineral dan beras untuk 45 KK yang rumahnya rusak parah di Dusun Selat Barat. Sebagain dari mereka saat ini dilanda kecemasan dengan datangnya musim hujan karena mereka belum punya Huntara. Sedangkan yang sudah punya Huntara dari swadaya mereka sendiri, agak tenang.

Huntara swadaya dibuat dari sisa kayu bangunan kemudian dipadukan dengan terpal yang dimiliki. Huntara tersebut dibuat di dekat rumah yang roboh. "Kalau ada Huntara bisa membantu trauma mereka. Optimisme untuk bangkit, bisa muncul ketimbang tidur di tenda di lapangan terbuka, " ujar relawan Ichdar Rofik.

Dalam kesempatan itu warga yang menerima bantuan menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Karena bantuan yang diterima akan sangat bermanfaat bagi mereka.

"Kita harapkan bantuan pemerintah untuk membangun rumah yang rusak segera terwujud. Sehingga warga korban gempa bisa hidup lebih baik dan lebih bersemangat untuk bangkit," tambah Arman.

Selanjutnya bantuan dari Pembaca KR tersebut akan didistribusikan dengan baik. Sehingga warga bisa menikmati bantuan tersebut. (Jon)

BERITA REKOMENDASI