Kecelakaan Turun, Kendaraan Pribadi Berkurang

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi resmi menutup Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2017 yang berada di Ruang Nanggala Kantor Kementerian Perhubungan. Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta, yang diwakili empat pemangku kepentingan dari Korlantas Polri, Ditjen Perhubungan Darat, PT Jasa Raharja dan Dishubtrans DKI Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak terkait yang terlibat dan membantu kelancaran Angkutan Lebaran 2017. Selain itu juga berterima kasih kepada warga masyarakat yang telah melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan aman dan tertib sehingga tidak memicu terjadinya kecelakaan transportasi dan jatuhnya korban jiwa.

Menhub mengakui, pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2017 ini masih ada kekurangan yang memerlukan pembenahan untuk ke depannya. "Kami minta maaf atas semua itu. Namun perlu disadari seluruh jajaran Kementerian Perhubungan sudah berusaha maksimal untuk menyelenggarakan dan melayani arus mudik dan balik Lebaran," katanya.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II itu menyebutkan, ada beberapa hal positif yang dicatat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran (Angleb) Tahun 2017, di antaranya adalah angka kecelakaan yang tidak mencapai 60 persen dari jumlah kecelakaan pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2016.

Kemudian, pertumbuhan angkutan udara yang melampaui 10 persen, tingkat keterisian angkutan laut jarak pendek yang mencapai 80 persen, dan penurunan angka pemudik dengan kendaraan pribadi. "Angka kecelakaan turun banyak sekali, maksimal yang sekarang ini tidak sampai 60 persen dari jumlah kecelakaan pada masa Angkutan Lebaran tahun lalu. Saya apresiasi yang dilakukan oleh Polri, (kecelakaan) yang paling banyak terjadi di angkutan darat, dan itu terjadinya bukan di jalan nasional tapi malah di jalan daerah di tingkat dua seperti truk, dan sebagainya," jelas Menhub.

Dengan adanya peningkatan pertumbuhan penumpang angkutan udara yang melampaui perkiraan, lanjut Menhub, menandakan adanya peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat. Di samping itu, adanya peningkatan pelayanan operator bandara dan maskapai yang telah berhasil mengurangi tingkat keterlambatan penerbangan pesawat (delay).

Sementara pada moda transportasi laut, Menhub mengakui jumlah penumpang angkutan laut khususnya jarak jauh belum maksimal. Akan tetapi Menhub optimis untuk angkutan laut jarak pendek seperti rute Jakarta-Semarang dari kapasitas sebanyak 20.000 penumpang, tingkat keterisiannya sudah mencapai 80 persen.
Sedangkan pada moda kereta api, menurut Menhub, demand kereta api tinggi sekali dan tidak sebanding dengan supplynya. Untuk itu pemerintah akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 kilometer/jam, sehingga jarak 700 km dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, tanpa berhenti.

"Pemerintah akan membangun kereta api dengan peningkatan kecepatan mencapai 150 km/jam dari Jakarta ke Surabaya yang kapasitasnya bisa meningkat tiga kali lipat dari sekarang," ungkap Menhub.

Menhub juga mengakui, di balik keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini, masih terdapat sejumlah masalah yang memerlukan jalan keluar. Seperti banyaknya pemudik pengguna jalan tol yang berhenti di tempat peristirahatan cukup lama dan parkir di badan jalan. "Saya menyadari pemudik memiliki waktu yang cukup dan tidak tergesa-gesa untuk kembali ke Jakarta, sehingga memanfaatkan perjalanan pulang untuk leisure time dan berhenti di tempat istirahat," katanya.

Terkait hal ini Menhub telah menyampaikan kepada PT Jasa Marga untuk berinovasi dengan membuat klaster-klaster di setiap rest area yang mengedepankan aneka ragam kearifan lokal. (Imd)

BERITA REKOMENDASI