Kegiatan MDMC Dapat Diaplikasi LPB di Indonesia

Editor: KRjogja/Gus

MALANG  (KRJogja.com) – Upaya yang dilakukan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) untuk penanggulangan bencana, dapat diaplikasikan oleh seluruh lembaga penanggulangan bencana (LPB) di Indonesia. Terbukai, saat melakukan respons penanggulangan bencana di Rohingya, MDMC telah menunjukkan kapasitas terhadap para terdampak bencana.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengemukakan hal tersebut dalam Silaturahmi Kebangsaan di sela kegiatan Jambore Relawan ke-2 Muhammadiyah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (1/12) sore. Jambore dibuka  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Prof Dr Muhadjir Efendy juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi, Ketua PP Muhammadiyah Drs Hajriyanto Y Thohari MA dan Rektor UMM Drs Fauzan MPd serta diikuti 2.000 relawan.

Dalam pembukaan juga dilaksanakan   kegiatan ikrar pelajar tangguh. Deklarasi pelajar tangguh bencana di pembukaan jambore menurut Mendikbud dapat diterapkan oleh seluruh pelajar di Indonesia, sebagai keseriusan dalam penanggulangan bencana.
 
"Semangat relawan Muhammadiyah dapat ditularkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga cita-cita ketangguhan bangsa untuk penanggulangan bencana dapat tercapai, " kata Zulkifli Hasan.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi mengapresiasi kegiatan jambore yang diinisiasi oleh MDMC. Menurutnya, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Muhammadiyah telah mengambil peran dalam penanggulangan bencana. Peran tersebut mencakup pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, dan penanggulangan bencana. “Semangat kerelawanan adalah semangat keikhlasan yang dibangun di Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan. Menjadi relawan saat ini tidak mudah karena kita berada di tengah virus egoistik, individualistik dan sifat pamrih,” kata Haedar.

Jambore, katanya, bukan hanya momentum untuk bersilaturahmi sesama relawan Muhammadiyah tetapi juga aktualisasi MDMC sebagai lembaga kemanusiaan di organisasi Muhammadiyah untuk merekat kebersamaan sehingga tercipta ketangguhan. “Dari sinilah selama empat hari, relawan Muhammadiyah akan mengikuti serangkaian kegiatan penanggulangan bencana guna meningkatkan kapasitas kerelawanan,” katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI