Kehidupan Masyarakat Bengkaung Belum Normal

Editor: Ivan Aditya

LOMBOK, KRJOGJA.com – Gempabesar di Lombok sudah berlalu lebih dari satu setengah bulan,  namun hingga saat ini kehidupan masyarakat Dusun Bengkaung Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar Lombok Utara belum normal. Masyarakat belum kembali bekerja seperti biasa karena masih belum selesai dengan urusan tempat tinggal mereka.

"Karena belum bekerja,  praktis mereka belum mempunyai pendapatan. Kehidupan mereka masih menggantungkan bantuan para dermawan, " kata Zainun, Kepala Dusun Bengkaung saat menyerahkan sejumlah peralatan kerja.

Baca juga :

Aktivitas Masyarakat Saat Ini Berangsur Normal

Keluncing, Dusun Terparah di Lombok Tengah

Di Dusun Bengkaung ada 600 rumah, sebanyak 400 mengalami rusak parah, 30 rusak sedang dan 40 rusak ringan. Selain itu juga ada masjid dan sekolah yang rusak. Kegiatan ibadah dan belajar masih di tenda darurat.

Untuk warga sudah tidak tinggal di tenda pengungsian bersama,  melainkan tinggal di rumah darurat di pekarangan masing-masing, baik yang dibuat dengan terpal maupun dari bekas bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. "Baru kemarin mereka saya suruh pulang dan mendirikan rumah darurat di pekarangan masing-masing. Terus tempat pengungsian bersama kita bongkar, " kata Zainun.

Aktivitas sehari-hari mereka masih bersih-bersih reruntuhan bekas rumah. Ketika KRJOGJA.com keliling dusun untuk melihat kondisi, memang menyaksikan masih banyak reruntuhan rumah yang belum dipindahkan dari lokasi semula. Banyak pula bangunan yang mesti dirobohkan, misalnya dinding rumah atau pagar yang dibiarkan begiti saja. Untuk itu mereka memang mesti kerja keras. Karena itu adanya bantuan alat-alat kerja dinilai sangat bermanfaat.

"Melihat banyaknya puing-puing juga pada stres dan awang-awangen. Karena itu perlu pelan-pelan, " katanya. (Fie)

BERITA REKOMENDASI