Kekayaan Heritage DIY Hadir di Trenggalek

"SUDAH pernah dengar Yogya, tapi belum pernah kesana. Lihat-lihat dulu, siapa tahu besok bisa sampai Yogya." 

Begitu tutur Shafira, siswi MI Plus Walisongo Trenggalek dengan polos sela melihat Pameran Heritage yang diadakan Dinas Kebudayaan DIY dalam rangkaian Travel Heritage 2016 di Trenggalek Jawa Timur. Pameran bertempat di Pendopo Manggala Praja Nugraha Rumah Dinas Bupati Trenggalek ini berlangsung Rabu-Jumat (28-30/09/2016).

Menurut Wakil Bupati Trenggalek H Muhammad Nur Arifin yang membuka secara resmi pameran ini, pihaknya bangga karena ternyata Trenggalek merupakan bagian kesejarahan Yogya. Bahkan ia berharap Trenggalek bisa 'nderek kamukten' Yogya sehingga makin dikenal, khususnya dalam hal wisata dan kearifan budaya.

"Kami jadi terdorong untuk ikut menjiwai filosofi pendiri kerajaan masa lalu, khususnya Kraton Yogyakarta. Jangan sampai 'wong Jawa ilang Jawane. Kegiatan ini menjadi pintu awal juga untuk menguatkan jati diri Ketrenggalekan dengan melihat pada lembar sejarah Kraton Yogyakarta," katanya.

Selain itu Nur Arifin menegaskan Pemkab Trenggalek sedang getol melakukan pendataan cagar budaya, baik situs prasejarah, peninggalan penjajahan hingga peninggalan era kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Bahkan dijelaskan sudah ada dokumen penelitian yang mampu menjelaskan semua hal tersebut meski belum tersebarluaskan dengan baik."Dengan begitu orang bisa memahami Trenggalek. Bahwa bicara Yogya ada Trenggalek, demikian pula sebaliknya," ucap Nur Arifin.

Pimpinan rombongan Travel Heritage Dinas Kebudayaan DIY yang juga Kabid Pelestarian dan Nilai Budaya Disbud DIY Dian Laksmi Pratiwi menuturkan Travel Heritage merupakan amanat Gubernur DIY Sri Sultan HB X guna menjalin hubungan dengan daerah lain yang memiliki ikatan kesejarahan dengan Yogyakarta, khususnya dibuktikan dengan material benda yang berada d wilayah tersebut. 

"Kami ingin membentuk jejaring yang bisa ditindaklanjuti dengan langkah ke depan. Merupakan sistem promosi terpadu berupa pengenalan warisan dan cagar budaya dengan mengamati perjalanan heritagenya di tiap daerah," ucapnya. (R-7)

BERITA REKOMENDASI