Kelompok Radikalisme Jadi Alat Politik Oposisi Pemerintah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kelompok penganut paham radikalisme kerap jadi alat politik untuk mengumpulkan kekuatan sebagai oposisi pemerintah. Paham ini muncul karena adanya politisasi agama yang dipicu sikap benci pemerintah atau pemimpin yang sah.

“Maka ada simbiosis mutualisme antara politisi yang ingin menggunakan politisasi agama dengan kekuatan gerakan radikal,” ungkap Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid saat menjadi pembicara dalam acara Seruput Kopi bersama pegiat media sosial Eko Kuntadhi dengan tema ‘FPI Mencari Inang Baru’, Jumat (26/3/2021).

Menurut Ahmad, kelompok gerakan radikalisme berasal dari orang-orang yang anti pemerintah. Sering kali, katanya, radikalisme ini selalu mengatasnamakan agama, bahkan bukan monopoli satu agama tertentu. Secara teori, radikalisme adalah suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan atau pebaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara kekerasan.

BERITA REKOMENDASI