Kelompok Santoso Terbentuk Karena Konflik Poso

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan kelompok Santoso terbentuk karena dendam masa lalu saat konflik Poso. Tito menilai, apa yang terjadi di Poso pada masa konflik tak selesai direhabilitasi. Masih ada benih-benih dendam yang kemudian memuncak setelah dirasuki paham radikalisme.

Ia mengatakan sosok Santoso sendiri merupakan salah satu orang yang disegani dan dianggap pahlawan tidak hanya di satu desa yang ia tinggali tetapi juga masyarakat desa lainnya. Sebab, keberadaan dan peran Santoso pada konflik poso sangat strategis.

"Korban banyak di Poso. Dendamnya tinggi. Santoso kenapa dikuburkan ratusan orang. Dia adalah pahlawan saat konflik. Waktu di Poso konflik, kelompok Santoso ini ada di garis depan," ujarnya.

Tito menjelaskan karena dendam dan rehabilitasi yang tak selesai di daerah konflik memicu rasa ingin diakui eksistensinya. Kemudian, masuklah paham-paham radikalisme yang kemudian dinilai oleh para kelompok Santoso ini untuk dijadikan kendaraan untuk bisa diperhatikan.

Belajar dari kasus Santoso, Tito menilai salah satu langkah pencegahan meredam tumbuhnya aksi radikalisme di Indonesia adalah segera menuntaskan segala bentuk konflik yang berada di masyarakat. Tito menilai, konflik horizontal kalau tak kunjung dibenahi maka akan menjadi benih benih radikalisme. (*)

BERITA REKOMENDASI