Kemahalan, Kementerian PUPR Diminta Kaji Ulang Tarif Tol Kualanamu-Seirampah

MEDAN, KRJOGJA.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan PT Jasa Marga diminta mengkaji ulang tarif tol dari Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang menuju Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut Indra Alamsyah, di Medan, Senin, mengatakan tarif tol yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu dinilai terlalu mahal.

Ia mencontohkan tarif untuk kendaraan golongan 1 seperti sedan dan minibus dari Kualanamu menuju Sei Rampah yang mencapai Rp41 ribu meski hanya berjarak 42 km.

Kondisi itu berbeda jauh dengan tol di Pulau Jawa yang relatif murah, termasuk Tol Belmera dari Belawan hingga Tanjung Morawa yang berjarak 34 km dengan tarif hanya belasan ribu rupiah.

Pihaknya memahami jika volume kendaraan di tol Pulau Jawa lebih banyak, sehingga memberikan "break event point" (BEP) lebih besar.

Namun politisi Partai Golkar itu mengharapkan volume kendaraan yang minim tidak dijadikan alasan untuk meningkatkan tarif guna mempercepat BEP Tol Kualanamu-Seirampah.

Menurut dia, pembangunan dan operasional Tol Kualanamu-Seirampah itu memang bertujuan untuk memperlancar aktivitas masyarakat dan mengurang potensi kemacetan lalu lintas.

Namun jika tarifnya terlalu mahal, dikhawatirkan pengguna jalan enggan menggunakan jalur bebas hambatan yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo tersebut.

Kondisi itu akan menyebabkan masyarakat lebih memilih jalan umum, sehingga kemacetan yang sering terjadi akan terus berlangsung. Karena itu, berharap Kementerian PUPR dan Jasa Marga mengkaji ulang tarif tersebut agar tidak terlalu memberatkan pengguna jalan. "Kami sangat berharap tarifnya dikaji ulang agar tidak memberatkan warga," ujar Indra. (*)

BERITA REKOMENDASI