Kematian Bos Matahari Masih Menyisakan Misteri

JAKARTA (KRjogja.com) – Jatuh ke Sungai Ciliwung pada Jumat 9 Maret 2018, dan ditemukan pagi harinya sekira pukul 06.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia adalah kabar terakhir dari Hari Darmawan, pendiri Matahari Departement Store dan juga pemilik Taman Wisata Matahari, tempat rekreasi di wilayah Cisarua, Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan jasad Hari ditemukan oleh Tim SAR gabungan setelah mendapatkan kabar korban menghilang dari karyawannya pada Jumat 9 Maret 2018 malam.
"Sebelumnya, tadi malam korban mengatakan mau ke vila di dekat sungai, namun setelah stafnya pergi ambil minum dan kembali tiba-tiba korban sudah tidak ada," kata Dicky.

Pengelola Taman Wisata Matahari (TWM) menyebut peristiwa tewasnya Hari Darmawan saat beristirahat di vila pribadinya di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulisnya, Senior Marketing and Creative Manager Taman Wisata Matahari, Ilham Fadjriansyah mengatakan sekira pukul 20.30 WIB Hari Darmawan sedang istirahat di di vilanya sebelum pulang ke Taman Wisata Matahari.

Kondisi hujan deras pada siang hari di kawasan Puncak, Bogor mengakibatkan aliran sungai Ciliwung deras. Hal itu membuat Hari Darmawan ingin melihat kondisi sungai yang berada tepat di samping vila.

"Pada saat melihat kondisi sungai, itulah sepertinya beliau kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke Sungai Ciliwung yang arusnya masih deras," jelasnya.

Di sisi lain, polisi menemukan sejumlah luka pada bagian wajah Hari Darmawan. Namun, aparat belum bisa memastikan luka tersebut disebabkan oleh apa, apakah dari tindak kekerasan atau karena benturan dari benda padat yang ada di sungai.

Kepolisian Sektor Cisarua pun sudah memeriksa 6 saksi terkait peristiwa kematian pendiri ritel Matahari Departemen Store Hari Darmawan di Desa Leuwimalang, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Kita sudah memeriksa 6 orang saksi termasuk sopir pribadi Hari Darmawan," kata Kapolsek Cisarua Kompol Taojiri, di lokasi kejadian.

Akibat kejadian tesebut, sebuah vila yang menjadi titik awal hilangnya Hari Darmawan di Jalan Hankam, Desa Jogjogan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diberi garis polisi. Dari pantauan Okezone di lokasi, vila pribadi Hari Darmawan yang berukuran kecil tersebut masih didatangi oleh sejumlah anggota dari Polres Bogor untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi penyebab kematian pria kelahiran Makassar, 27 Mei 1940 tersebut. (*) 

BERITA REKOMENDASI