Kemdikbudristek Dukung Startup Industri

Editor: KRjogja/Gus

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani, menjelaskan bahwa program Startup4industry ini sangat memiliki kesamaan dan kesatuan dengan Kedaireka. Paris berharap agar kolaborasi Kemendikbudristek dan Kemenperin dapat menciptakan unicorn dan decacorn yang baru dalam bidang industri. Serta dapat mewujudkan cita-cita presiden dalam menciptakan SDM unggul Indonesia maju.

“Startup4industry dan Kedaireka ini benar-benar seperti pinang dibelah dua. Sehingga Kedaireka siap untuk mendampingi SDM dan industri yang memang startupnya visibilities yang sudah sesuai dengan standar Kemendikbudristek. Kami sangat berharap program Startup4industry dan kerja sama yang sangat baik dengan Kedaireka, bisa menjadikan contoh _best practices_ bagaimana seharusnya Indonesia dapat bersatu agar dapat menciptakan unicorn dan decacorn yang baru dalam bidang industri,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari mengungkapkan bahwa Startup4industry ini merupakan sebuah gerakan Making Indonesia 4.0 dengan solusi teknologi dari _tech startup_ Indonesia.

“Startup4industry ini memiliki maksud membentuk ekosistem solusi teknologi untuk industri dan masyarakat; dan menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan _tech provider_. Startup4industry memiliki tujuan untuk mengakselerasikan _startup_ sebagai _technology problem solver_ bagi industri dan masyarakat. Terlebih di era 4.0 ini, Kementerian Perindustrian berupaya keras melakukan transformasi digital bagi IKM agar siap menghadapi perkembangan teknologi,” ungkap Dini.

Di kesempatan yang sama juga, Country Digital Transformation Manager, PT Snecheder Indonesia (Tenaga Ahli Startup4industry), Fadli Hamsani menjelaskan bahwa dibutuhkannya inovasi untuk mempercepat Making Indonesia 4.0 dengan program Startup4industry ini. Inovasi merupakan kunci untuk bisa maju dan berkembang secara berkelanjutan, tanpa inovasi maka industri hanya akan berada pada posisi yang menengah.

“Era digital bukan lagi opsional, karena gangguan dan ketidakstabilan global memaksakan kebutuhan dan peluang yang mendesak untuk pertumbuhan kuantitatif dan kualitatif. Dengan inovasi, perusahaan harus menemukan jalan untuk memperluas nilai industrinya. Memang teknologi merupakan syarat mendukung tujuan bisnis untuk menjadi industri organisasi digital yang terdepan,” ungkap Fadli.(ati)

BERITA REKOMENDASI