Kemen PPPA Ajak Pemerintah Daerah Atur Regulasi Larangan Iklan Rokok

Editor: Agus Sigit

Lisda mengajak seluruh elemen masyarakat aktif mengedukasi anak muda tentang pentingnya memahami siasat manipulasi industri rokok menjebak anak muda menjadi perokok dalam berbagai bentuk strategi pemasarannya. Salah satunya dengan upaya kepala daerah agar mendukung program Kab/Kota Layak Anak (KLA) yang diinisiasi oleh Kemen PPPA.

“Kondisi ini tidak bisa terus menerus dibiarkan. Pemerintah harus hadir untuk melindungi anak muda dari target pemasaran rokok dengan membuat regulasi yang lebih kuat. Saya mengajak kita semua memiliki kepedulian yang tinggi untuk melindungi anak Indonesia dari pengaruh buruk yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka. Mari kita dukung pelaksanaan KLA yang diukur melalui 24 Indikator yang dijabarkan dari Konvensi Hak Anak. Salah satu indikator pada Klaster ke-3 yaitu Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan adalah adanya Kebijakan Daerah terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan Pengendalian Iklan, Promosi, dan Sponsor (IPS) Rokok,” tambahnya.

Hadir pula Walikota Sawahlunto, Dery Asta sebagai penerima penghargaan Kab/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Nindya. Dery mengatakan berbagai upaya terus kita lakukan dalam rangka mewujudkan Kota Sawahlunto sebagai KLA.

“Komitmen kami terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak serta mewujudkan Kab/Kota Layak Anak sangatlah besar. Beberapa regulasi tengah kami persiapkan tahun ini antara lain Peraturan Daerah (Perda) dan regulasi terkait UPTD, perda tentang perlindungan perempuan dan anak, perda kawasan tanpa rokok, perda penyelenggaraan pendidikan inklusi, perda pemberian ASI ekslusif, perda kesetaraan gender dan ketahan keluarga, dan perda larangan iklan merokok. Selain itu, kami juga mempunyai forum anak Kota Sawahlunto yang aktif memberikan masukan dan partisipasi dalam perencanaan pembangunan desa. Ke depannya, komitemen kami akan diwujudkan dengan hadirnya perda pelarangan iklan rokok di Kota Sawahlunto yang saat ini masih kami rampungkan regulasinya. Ke depannya, edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan kepada masyarakat agar dapat menjadi bagian dari pemenuhan hak dan perlindungan anak khususnya di Kota Sawahlunto,” ujar Dery.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi sebagai penerima penghargaan Kab/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Utama menceritakan upaya-upaya saja yang telah dan akan terus dilakukan pemerintah kota Yogyakarta dalam upaya memberikan pemenuhan dan perlindungan anak.

“Faktor anak mulai merokok di antaranya karena pengaruh orang tua yang merokok, teman sebaya yang merokok dan iklan, Promosi, Sponsor (IPS) Rokok. Untuk itu diperlukan kebijakan-kebijakan pendukung dari lintas sektor supaya KTR dapat diwujudkan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Beberapa upaya yang telah kita lakukan yakni dengan melibatkan anak melalui Forum Anak dalam musrenbang, partisipasi anak ini menjadi upaya pemenuhan hak anak dan partisipasi suaran anak dalam pembangunan. Selain itu, 40 persen RW di Kota Yogyakarta sudah mendeklarasikan sebagai KTR ini menjadi upaya kita melibatkan masyarakat dalam upaya melindungi anak dari bahaya rokok. Saat ini, kami juga tengah merampungkan regulasi melalui peraturan daerah larangan iklan rokok di Kota Yogyakarta, namun tentu upaya ini memerlukan waktu namun kami akan terus berupaya sebaik mungkin agar harapan kami untuk Kota Yogyakarta sebagai Kota Layak Anak bisa segera terwujud,” ujar Heroe.(ati)

Foto istimewa

BERITA REKOMENDASI