Kemen PPPA Bagikan 2.847 Paket Bantuan Bagi Perempuan dan Anak

Menteri Bintang juga menyebut, bahwa pihaknya tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. “Jadi kemarin kami dapat bantuan uang tunai Rp 100 juta tapi kami minta untuk dijadikan barang saja,” terang Menteri Bintang.

Sementara itu, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPPA Indra Gunawan mengatakan, bantuan ini akan menyasar kepada kelompok Ibu hamil, balita dan anak-anak, penyandang disabilitas, kaum lansia serta buruh perempuan yang terdampak akibat Covid-19 ini. “Datanya ini kami peroleh dari pemprov DKI Jakarta dan lembaga masyarakat yang terbaik by name by address,” kata Indra.

Di tempat yang sama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, mengapresiasi langkah Kementerian PPPA untuk membagikan paket bantuan spesifik bagi Perempuan dan Anak.

“Ini awalnya dari kritik kita, karena kebijakan PSBB. Dimana pemerintah pusat dan daerah hanya fokus memberikan bantuan berupa sembako. Dan itu tidak pernah memikirkan ada anak balita yang sesungguhnya harus menjadi perhatian prioritas,” terang Arist saat ditemui RRI dalam acara penyerahan paket bantuan spesifik bagi perempuan dan anak di Lobby Kemen PPPA, Jakarta, Minggu (17/5/2020).

“Padahal anak-anak itu membutuhkan asupan selain ASI untuk menambah imunitas dan ketahanan tubuhnya menghadapi virus,” sambungnya.

Arist menyebut, anak-anak yang terkena virus ini kebanyakan terkena melalui perantara orang tua mereka.

“Ada anak-anak yang positif (Covid-19) bukan kena bersin atau batuk gitu, misal dari baju yang habis dikenakan bapaknya, nempel disitu,” kata Arist.

Komnas Perlindungan Anak sendiri mendapat 115 paket bantuan yang terbagi menjadi dua. Ada paket bantuan untuk balita (usia 0 – 5 tahun) dan untuk anak-anak (usia 6 – 12 tahun).

Paket bantuan yang diberikan berupa kebutuhan khusus seperti susu formula siap minum, sabun bayi, minyak telon, diapers, dan makanan pendamping selain ASI.(ati)

BERITA REKOMENDASI